Tetap Meraih Sukses Meski Pun Tanpa Dukungan

Apakah Tidak Adanya Dukungan Menghentikan Anda Meraih Sukses?

meraih sukses“Bukankah meraih sukses memerlukan dukungan? Mau bagaimana lagi?”

Ya, banyak yang mengeluh bahwa dia tidak mendapatkan dukungan saat ingin meraih sukses. Baik itu dukungan dari pasangan, dukungan dari orang tua, dukungan dari keluarga, maupun dukungan dari atasan.

Artikel ini mudah-mudahan akan memberikan solusi bahwa Anda bisa tetap meraih sukses meki pun Anda rasa atau Anda pikir tidak memiliki dukungan.

Meraih Sukses Memang Memerlukan Dukungan

Memang benar, untuk meraih sukses kita memerlukan dukungan orang lain. Manusia memang makhluq sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Tidak ada satu pun perwujudan yang dihasilkan oleh manusia tanpa bantuan dan dukungan orang lain. Bahkan, jika Anda pikir bisa sukses sendiri, tanpa memerlukan dukungan orang lain, saya katakan itu salah besar. Mungkin Anda akan meraih sukses tertentu, tetapi tanpa dukungan orang lain, keberhasilan Anda sangat terbatas.

Langkah Awal Meraih Sukses Adalah Mendapatkan Dukungan

Jika Anda sudah sadar tidak ada dukungan, carilah dan dapatkan dukungan itu. Bukan berhenti dan mengemis dukungan, tetapi Anda harus mencarinya. Bukan hanya Anda, orang lain pun sama, memerlukan dukungan. Untuk itu, selain Anda mendapatkan dukungan, Anda pun harus siap memberikan dukungan kepada orang lain.

Dan ini adalah rahasianya: supaya Anda mendapatkan dukungan, mulailah dengan mendukung orang lain. Anda akan mendapatkan dukungan kembali dan tidak perlu dari orang yang Anda dukung. Percayalah, give and take, jika Anda memberi insya Allah Anda akan mendapatkan.

Langkah Kedua Ialah Perbaiki Cara Anda Melakukan Dua Hal Ini

Dari mana datangnya dukungan? Dukungan bisa datang dari mana saja. Dan yang paling besar pengaruhnya adalah dari orang terdekat, orang tua terutama, pasangan hidup, dan keluarga lainnya. Bagaimana jika tidak mendapatkan dukungan dari orang terdekat? Misalnya Anda tidak mendapatkan dukungan dari orang tua. Apa yang harus dilakukan?

  • Berkomunikasilah dengan orang tua dengan baik, bukan memaksa dengan cara kasar. Ceritakan cita-cita Anda kepada orang tua dengan baik dan jelas sampai mengerti. Bisa jadi, orang tua tidak mendukung karena tidak memahami keinginan kita.
  • Jika tetap tidak mendukung, tanyakan mengapa tidak mendukung. Pahami mengapa orang tua tidak mendukung kemudian jelaskan jawaban Anda.
  • Jika tetap tidak mendukung, coba tanyakan, bagaimana caranya agar orang tua bisa mendukung Anda.
  • Jika tetap tidak bisa, berikan alternatif lain, mungkin ada pilihan lain yang bisa didukung orang tua Anda. Misalnya dengan memodifikasi apa yang akan Anda lakukan sesuai dengan pola pikir orang tua Anda.
  • Jika masih tetap tidak bisa, maka ubahlah cita-cita Anda agar mendapatkan dukungan orang tua. Serius.

Untuk poin terakhir adalah hal paling sulit, mungkin tidak sesuai dengan keinginan Anda. Namun akan lebih sulit jika tanpa dukungan orang tua. Saya katakan dukungan orang tua penting. Anda tetap bisa meraih sukses, tapi buat apa Anda meraih sukses jika orang tua tidak meridlai Anda?

Untuk menghindari poin ini, tentu kemampuan kita berkomunikasi lebih diutamakan agar orang tua memahami dan mendukung kita. Jika tidak mendukung, mungkin ada hal negatif atau dosa dalam apa yang kita lakukan. Saya yakin, orang tua mana yang tidak sayang kepada anaknya. Mereka tidak mendukung karena sayang kepada kita.

Bisa jadi ada alasan lain, mungkin apa yang kita cita-citakan bisa menyakiti, menyinggung, atau tidak nyaman bagi orang tua kita. Sering kali hal ini sulit dijelaskan. Namun sebagai anak berbakti, mengapa kita harus memaksakan kehendak kita dan menyakiti orang tua.

Jangan menyerah, saya bukan mengatakan jangan menyerah untuk tetap melakukan tindakan yang tidak diridlai orang tua, tetapi jangan menyerah untuk mendapatkan dukungan orang tua.

Satu lagi, jangan membatasi diri dengan satu cita-cita atau satu cara. Banyak kebaikan, kebanggaan, dan keberhasilan lain yang bisa kita raih sambil tetap mendapatkan dukungan orang tua. Jika merasa sulit untuk mengalihkan cita-cita, coba pikirkan tujuan akhir dari cita-cita kita, kemudian carilah cita-cita lain yang memiliki tujuan yang sama. Anda tetap senang, restu orang tua Anda dapatkan.

Cara yang sama bisa Anda lakukan untuk mendapatkan dukungan dari orang terdekat Anda. Kuncinya komunikasi dan fleksibilitas Anda. Ya, Anda yang harus fleksibel, bukan menuntut orang lain fleksibel. Anda harus mulai mengerti orang lain, bukan hanya menuntut orang lain mengerti Anda.

Anda Selalu Memiliki Dukungan

Selama ada orang yang mencintai Anda, Anda selalu memiliki dukungan. Orang yang mencintai Anda, orang tua, pasangan hidup (suami/istri), saudara, dan sahabat Anda sebenarnya ingin mendukung Anda. Hanya saja, seringkali ada perbedaan keinginan antara Anda dengan mereka. Tugas Anda bukan keras kepala pada keinginan Anda, tetapi selaraskanlah keinginan Anda dengan mereka. Sekali lagi, fleksibel dan komunikasi sangat penting, juga cara Anda bekomunikasi.

Anda bisa memilih untuk tetap keras kepala dengan keinginan Anda dan memaksa mereka untuk mendukung Anda? Atau Anda bisa mengubah cara Anda untuk meraih impian agar selaras dengan orang-orang yang mencintai Anda. Jadi, jangan berhenti karena Anda tidak mendapatkan dukungan, carilah dan tetaplah meraih sukses.

Follow Me

Rahmat Mr. Power

Author at Zona Sukses
Penulis atau Author berbagai produk Pengembangan Diri: Berpikir Positif, Percaya Diri, Kreativitas, Produktivitas, Motivasi, dan Bisnis selengkapnya http://www.zonasukses.com/gold.php
Follow Me
zona sukses

Mungkin Anda Suka Artikel Lainnya:

Kerja di Rumah

↑ Grab this Headline Animator

6 Comments

  1. Assalammualaikum,sya mau brtanya..bagaimana bila orang tua tidak mendukung anaknya untuk meneruskan pendidikan ke bangku kuliah,karena orang tua masih memiliki pikiran terbelakang yg mengganggap lebih baik kerja dripada kuliah..terimah kasih

  2. Assalamu’alaikum wr wb.
    orang tua saya sebenarnya mendukung, tp cara mendukungnya tdk membuat saya bersemangat untuk menjadi sukses. Contohnya mereka membiarkan saya, menganggap saya bisa mengerjakan sendiri, tidak menasehati saya malah kadang jika nilai saya jelek mereka diam saja. Tak marah pun tak menasehati. Itu menyebabkan saya menjadi kurang semangat dalam menuntut ilmu untuk meraih sukses. Apalagi kakak kakak saya , mereka malah sama sekali tdk berminat utk mendukung saya. Merendahkan saya, menurunkan semangat saya, dan terkadang mereka memaksakan sesuatu yg tdk saya sukai. Bukankah setiap orang punya tujuan hidup masing2 untuk bahagia. Saya membayangkan jika seandainya mereka di posisi saya mereka pasti juga akan marah. Saya bingung, saya ingin mendapat semangat dari mereka. Bagaimana solusi untuk saya ? Terimakasih
    Wassalamu’alaikum wr wb

  3. Assalamualaikum

    cy ingin sekali duduk dibangku kuliah,, namun orang tua cy tdk mampu karna masalah ekonomi.
    Terimakasih butuh semangat

  4. Assalamu’alaikum

    Sebelumnya, terimakasih motivasi islamnya. Saya ingin bertanya, bagaimana jika salah satu orang tua kita yang bisa dibilang memutuskan komunikasi, terlalu hitungan dalam uang yang dikeluarkan walaupun itu untuk memberi jajan anak-anaknya. Dia juga sering memberi anak-anaknya harapan palsu. Dia sering menyuruh anaknya untuk maju tetapi tidak mau memberi fasilitas, jika kita meminta sesuatu untuk mendukung kegiatan kita dia tetap tidak mau memberinya walaupun kita sudah menjelaskannya sejelas mungkin.

    Lalu, dia juga bersikap agak sombong dan suka melebih-lebihkan saat bercerita kepada orang lain, hubungan sosialnya terhadap orang luar rumah bisa dibilang tidak baik. Kita sebagai keluarganya, sering memberitahunya tetapi tetap dia menganggap dirinya selalu benar, apalagi jika anaknya yang memberitahu, dia selalu beranggapan kalau anak tidak usah memberitahunya.

    Dia juga selalu berfikir negatif terhadap orang, bahkan setiap bulan ramadhan saat menjalankan sholat tarawih di masjid, selalu ada ceramah, dan saat topik ceramah itu tentang keseimbangan antara habluminannas dan habluminallah, dia tidak suka topik ceramah itu, saat kita tanyakan kenapa dia tidak suka, dia tidak menjawabnya. Padahal ibadah dia bisa dibilang cukup kuat, tapi kehidupan antar manusianya seperti itu.

    Bahkan dia juga tidak suka dengan Indonesia. Saya juga tidak tahu kenapa. Dia tidak suka saat 17-an kita memasang bendera di luar rumah. Kita disuruh memasangnya di dalam rumah. Dia tidak memberikan alasan yang cukup logis mengapa harus memasang bendera di dalam?

    Dia juga sekarang tidak bekerja, saya ingin rasanya menawarkan beberapa pekerjaan yang bisa dia lakukan, setidak ada penghasilan yang masuk. Tapi seperti tadi, dia seperti tidak butuh masukan dari siapa siapa. Dia tidak suka dikritik tapi senang mengkritik orang bahkan keluarganya sendiri.

    Dia tidak suka mertuanya, selalu kesal setiap melihat nenek saya yang sudah pikun. Dia tidak pernah mau bertemu keluarga pada saat lebaran atau hanya kumpul kumpul biasa. Bisa dibilang dia hampir tidak pernah memberikan kebahagiaan batin kepada keluarganya. Kalau dia melihat hal yang tidak dia suka terhadap anaknya, dia akan mengancam untuk tidak membayarkan sekolah anaknya.

    Saya suka bingung harus apa. Saya sudah coba mengertinya, tetapi tetap tidak dapat apa apa atau tidak melihat perubahan dari dia. Bagaimana cara menghadapi orang tua seperti itu? Bahkan dia adalah seorang kepala keluarga.

    Terimakasih banyak dan maaf terlalu panjang cerita saya.

    1. Mungkin, kehadiran beliau sebagai ujian bagi kita, sejauh mana kita tetap bershabar dan ikhlas.

      Teruslah berdo’a dengan tulis dan berikhtiar semampu kita. Mudah-mudahan menjadi ladang pahala bagi kita. Berkaitan hasilnya, kita serahkan saja kepada Allah. Allah akan melihat usaha kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield