Mendapatkan Apa yang Diinginkan

Dapatkan 2 eBook senilai Rp 99.000.

Masukan email Anda, klik Daftar untuk mendapatkan update artikel dan ebook Gratis Rahasia Sukses dari Zona Sukses.

Email:

Petatnyaan

  1. Bagaimana cara yang pasti agar kita mendapat apa yang kita inginkan?
  2. Mengapa saya sering mendapat apa yang tidak saya inginkan..padahal saya sudah berusaha? Terus berdoa ? apakah doa saya tidak dikabulkan? (Biasanya pertanyaan seperti ini banyak yang menjawab “Allah mengetahui apa yang terbaik bagi kita ” jadiÃÆ’‚ dikabulkan dalam bentuk lain atau “mungkin itu menurut Allah baik bagimu” dua jawaban itu terus terang saja tidak memuaskan saya .Yang jadi pertanyaan saya lagi adalah “bagaimana agar sesuatu yang saya inginkan itu Baik menurut Allah sehingga do’a saya dikabulkan?)
  3. Bagaimana agar sesuatu yang saya inginkan itu Baik menurut Allah sehingga do’a saya dikabulkan?
  4. Apa yang disebut mengikhlaskan keinginan itu? seringkali setiap saya mengikhlaskan keinginan atau bersyukur kehidupan saya kualitasnya Menurun! (terima kasih atas artikel bapak tentang syukur barusan yang membuat saya menjadi lebih “ngeh” tentang arti syukur)
  5. Bagaimana memerkuat keyakinan kita tentang sesuatu agar kita menjalankannya penuh Totalitas?
  6. Bagaimana cara melakukan sesutu dengan senang Hati?


Jawaban

No 1 dan 2 jawabannya sama, yaitu keyakinan. Berdo’a adalah bagian dari upaya mendapatkan apa yang kita inginkan. Jika kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan karena kita belum yakin bahwa kita akan mendapatkannya. Yang jadi masalah ialah kita tidak tahu bahwa kita merasa tidak yakin. Keyakinan bisa ditunjukan perasaan dan tindakan Anda.

Pancangkan keinginan dan berdo’alah dengan penuh keyakinan (saya sudah membahas di artikel lain). Jika Anda yakin bahwa Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginkan, maka Anda harusnya sudah bahagia dan tanpa khawatir sejak saat ini juga. Jika Anda masih belum bahagia dan masih ada tanda kekhawatiran, maka Anda belum yakin.

Dan, adalah hak Allah untuk mengganti keinginan kita dengan hal lain. Disini pula apa yang disebut mengikhlaskan keinginan. Keinginan yang terbaik untuk kita adalah suatu keinginan yang tentu saj diridlai Allah. Mengikhlaskan keinginan adalah kita memiliki keinginan karena dan hanya untuk Allah. Jika memang keinginan kita karena dan untuk Allah, jadi kita serahkan saja kepada Allah bagaimana Allah akan memberikan keinginan kita kepada kita.

Namun, menurut sebuah hadits, Allah akan memberikan sesuai dengan niat kita. Jika kita berniat ingin balasan dari Allah, maka kita akan mendapatkan. Jika kita ingin harta atau wanita, maka kita akan mendapatkannya. Jadi penyebab kedua mengapa kita tidak mendapatkan keinginan, karena kita tidak meniatkannya.

Saat kita bersyukur, mengikhlaskan keinginan (tawakal) kemudian kehidupan kita malah turun, saya yakin ada dua kemungkinan.

Yang pertama, bisa jadi syukur dan tawakal kita tidak benar-benar kita lakukan. Kita tidak benar-benar bersyukur dan bertawakal kepada Allah. Perbaikilah syukur kita dan tawakal kita. Sungguh akan panjang jika saya bahas secara detil, namun ciri utama saat Anda sudah melakukan syukur dan tawakal dengan benar ialah hati Anda menjadi bahagia dan tenang. Namun bukan berarti harus diam, Anda akan mendapatkan ide-ide atau gagasan yang bisa jadi petunjuk dari Allah, maka lakukanlah. Dalam kondisi syukur dan tawakal yang penuh, Anda akan melakukannya dengan senang hati.

Bagaimana membina keyakinan? Saya tidak bisa menjawabnya disini. Mengapa? Karena jawabannya sangat panjang lebar, saya sudah menjawabnya di ebook saya Beautiful Mind: Berpikir Positif Islami. Adalah tidak mungkin saya menulis ulang isi ebook di satu artikel ini. Terserah Anda, apakah Anda akan mengatakan saya hanya berjualan, tetapi memang pada ebook itulah solusinya. Keputusan ada ditangan Anda.

Masuki Zona Sukses

Solusi bagi Anda yang ingin berubah, namun masih terasa sulit.

Anda tidak akan pernah sukses, jika masih berada di Zona Nyaman. Dapatkan ebook Memasuki Zona Sukses dan Tinggalkan Zona Nyaman, Plus update artikel Motivasi Islami. Masukan email Anda, Klik Daftar.

Email:

There is One Comment.

  1. misbah
    11:21 pm November 5, 2008

    Memaknai Hakikat Kebahagiaan
    Setiap dari kita tentu mengharapkan kebahagian dalam kehidupan ini. Sehingga wajar apabila kita semua beraktifitas dengan berbagai profesi dan usaha pada hakikatnya semua mengharapkan kebahagian. Hanya saja kita sering terjebak dengan asumsi yang salah sehingga kita menuju ketempat yang salah juga, akhirnya yang kita dapatkan hanya sebuah fatamorgana, wujud tanpa rupa.
    Untuk tujuan itulah kita hafal diluar kepala sebuah untaian doa sapujagat: Ya Allah Tuhanku, berikan kepada kami kebaikan di dunia dan akhirat, selamatkan kami dari siksa neraka..!
    Terkait dengan balasan kebaikan dari Allah. Mari kita pahami dengan cerdas. Tidaklah semua balasan yang baik itu berarti harta yang berlimpah, jabatan yang yang menjulang, kesehatan dan kemakmuran yang membentang. Karena kenyataannya dalam dinamika kehidupan orang sholeh dan pilihan Allah tidak selalu seperti itu. Kebaikan bagi orang yang sakit tidak kunjung sembuh adalah diangkatnya penyakit tersebut oleh Allah. Kebaikan bagi orang yang tenggelam di tengah lautan adalah ketika ia mendapatkan ban bekas seharga lima ribu rupiah daripada mas satu ton! Kebaikan yg ditunggu bagi seorang gadis yang umurnya udah menjelang asar tapi belum dapat pasangan adalah datangnya calon suami yang ia idamkan. Kebaikan bagi keluarga yang belum mendapatkan keturunan adalah saat hadirnya tangisan seorang bayi belahan jiwa…bahkan kita tau Nabi Muhammad serta para nabi dan orang soleh terdahulu juga minta kebaikan kepada Allah. Tapi yang datang kadang bentuknya kekalahan, sakit, penderitaan, bahkan kematian..! lihatlah sejarah terbunuhnya Nabi zakaria dan Nabi Yahya, sakitnya Nabi Ayyub, kekalahan kaum muslimin dalam perang uhud, terbunuhnya sohabat terbaik Nabi yakni umar, Utsman, Ali.. tragedi itulah makna kebaikan bagi mereka radiallahu anhum!, karena hal itu akan menambah pundi pahala kesabaran dalam catatan amal mereka…yang penting jalan hidup kita sesuai dengan tuntunan Allah (yakni bersyukur atau bersabar).. maka apapun yang terjadi dalam perjalanan hidup ini akan menjadi kebaikan buat kita.. katakanlah.. dengan anugerah dan rahmat Allah ini hendaknya engkau berbahagia.. karena ia lebih baik dari harta benda yang mereka kumpulkan dan mereka banggakan!!

Leave a Reply

*

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield