March 16, 2010
 


Membatasi Diri

Saya sangat suka membaca cerita-cerita yang memberikan inspirasi dalam hidup. Cerita-cerita yang cukup melekat dalam benak saya ialah saat membaca cerita seseorang yang cacat tetapi memiliki keterampilan luar biasa. Seorang yang cacat tetapi mencapai prestasi yang mengagumkan.

Kunci sukses mereka ialah mereka tidak menganggap cacat mereka sebagai hambatan meraih sukses. Mereka beranggapan bahwa mereka adalah sama dengan orang pada umumnya (dan memang benar). Mereka tidak beranggapan kekurangan pada dirinya sebagai alasan mereka untuk bersantai ria dan mengandalkan belas kasih orang lain.

Saya menjadi sedih saat melihat orang yang justru orang yang segar bugar tetapi telah memvonis dirinya tidak mampu sejak awal. Ketidak mampuan mungkin ada, saya memang
melihat ada faktor bakat pada kesuksesan manusia. Tetapi faktor bakat memberikan kontribusi yang sedikit. Bakat tanpa usaha keras akan percuma saja. Para atlet piala Uber dan Thomas memang kumpulan orang berbakat tetapi mereka berlatih seharian dan hampir tiap hari, dan masih kalah.

Cacat atau kekurangan lainnya memang akan membatasi kebebasan kita di suatu sisi. Namun kebebasan itu banyak dan bermacam- macam, jika salah satu kebebasan kita terpenjara, kita masih bisa mencari kebebasan yang lainnya. Sebagai contoh beberapa orang cacat yang tidak memiliki tangan kemudian bisa menulis dan melukis dengan mulutnya. Kebebasan tangan memiliki batasan tetapi dia masih memiliki kebebasan di mulutnya.

Apakah Anda tidak memiliki kebebasan di semua tubuh dan potensi Anda? Ya, Allah telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita, bahkan tidak terhitung. Tetapi mengapa saat sebagian nikmat tidak ada harus mengeluh dan dijadikan alasan untuk tidak berbuat apa-apa? Bukankah itu sama dengan mendustakan nikmat Allah?

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS An Nahl:18)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS.Ar Rahmaan:13)

Tags: BakatBenakBugarCerita InspirasiInspirasiKalahKebebasanKenikmatanKunci SuksesLuar BiasaMampuMembacaMenulisnikmatOrang CacatPenyayangPikiran SuksesSedihSegar

Jika Anda Adalah Orang Yang Ingin Terbebas Dari Pemikiran Sempit dan Mendapatkan Apa Pun Yang Anda Inginkan ... klik disini

2 Responses to “Membatasi Diri”

  1. Eddy Munasry says:

    Memang begitulah kadang manusia selalu lupa dengan apa yang telah Allah anugerahkan kepada dirinya, manusia itu selalu bersifat keluh kesah.
    Padahal telah aku ciptakan manusia dengan sesempurnanya kata Allah dan Aku tiupkan Ruhku kepada manusia dan aku persembahkan bumi ini untuk dikelola oleh manusia sebagai khalifah fil ard.

  2. samsul bahri says:

    Boss…..!!! membatasi diri gak banget……untuk hal-hal yang positif seharusnya membuka diri…..karena sebagai makluk allah swt….tentunya kita harus mendakwahkan syariatnya yang penuh kebesaran dan kemuliaan ….semoga kita termasuk orang yang dilindungi allah swt

Leave a Reply

Spam Protection by WP-SpamFree