Melepaskan Kesombongan Untuk Sukses

kesombonganKesombongan itu berbahaya. Baik untuk sukses dunia dan akhirat. Tentu saja, tidak ada orang yang suka kepada orang sombong (kecuali dirinya). Jika kita bersikap sombong, maka interaksi kita akan terganggu dan akan menyulitkan kita dalam meraih sukses, sebab orang lain bisa membantu kita untuk sukses. Tapi, bukan masalah ini yang akan dibahas dalam artikel ini.

Kesombongan yang dimaksud ialah kesombongan diri sendiri yang merasa tidak memerlukan bantuan Allah dalam meraih apa yang kita inginkan. Banyak program pengembangan diri atau sukses yang mengajarkan kita cara menetapkan tujuan, membuat rencana, dan mengeksekusi rencana, namun mereka lupa melibatkan Allah.

Saat kita lupa melibatkan Allah, ini adalah bentuk kesombongan kita. Kita merasa tidak memerlukan Allah, padahal tidak ada yang bisa terjadi jika Allah tidak menginginkannya. Semua yang terjadi di alam ini, termasuk jatuhnya selembar daun dari sebuah pohon adalah kehendak Allah.

Anehnya, banyak orang lupa. Mereka hanya ingat Allah saat mereka gagal atau merasa “mentok” saat berusaha meraih cita-citanya. Mengapa tidak dari awal meminta pertolongan Allah? Kita lupa, karena kita merasa tidak membutuhkan Allah. Kita merasa bahwa hanya dengan rencana matang dan tindakan, kita akan meraih cita-cita kita. Anggapan ini, sama sekali salah, namun seringkali kita tidak menyadari anggapan keliru ini.

Mulailah dengan memohon ampun, atas semua kesombongan kita dimasa lalu. Mungkin kita banyak melakukan berbagai aktivitas tanpa meminta pertolongan, bantuan, dan petunjuk dari Allah. Marilah kita memohon ampun kepada Allah. Beristigfarlah… Tentu saja, nasihat ini termasuk untuk diri saya juga.

Setelah ini, usahakanlah setiap langkah kita selalu diiringi dengan do’a dan tawakal. Do’a dan tawakal bukan hanya terletak di akhir (saat gagal atau mengalami kesulitan), tetapi juga diletakkan di awal agar Allah memberi petunjuk dan diletakkan dalam perjalanan agar perjalanan kita dibimbing oleh Allah. Tinggalkanlah kesombongan kita, insya Allah kita akan sukses.

Follow Me

Rahmat Mr. Power

Author at Zona Sukses
Penulis atau Author berbagai produk Pengembangan Diri: Berpikir Positif, Percaya Diri, Kreativitas, Produktivitas, Motivasi, dan Bisnis selengkapnya http://www.zonasukses.com/gold.php
Follow Me
zona sukses

Mungkin Anda Suka Artikel Lainnya:

Kerja di Rumah

↑ Grab this Headline Animator

14 Comments

  1. Alhamdulillah, inilah peringatan bagi saya yang saya cari-cari dan saya minta izin untuk dikongsikan kepada semua pembaca blog saya.

    Memang, kebesaran dalam diri kita mampu menyekat diri kita untuk lebih berjaya. Ia terbukti apabila manusia merasakan dirinya itu cukup dan lebih besar dari segala-galanya.

    Apabila dalam jiwanya punya Tuhan yang lebih besar dari yang Maha Esa, maka, kehendak allah itu diketepikan dan kehendak duniawinya didahulukan. Teman saya sering mengingatkan bahawa; kehidupan seorang Muslim ini ialah sebagai menyembah, menurut perintah termasuk lah kehendak hati kita semuanya adalah atas kehendak dan kuasa Allah. Adakah kita mampu mengubahnya? Jawapannya tidak, melainkan dengan usaha dan tawakal kepada Allah, pasti Allah akan perkenankannya.

    Pesanan Ibnu Mas’ud; 2 ciri manusia yang akan gagal ialah mereka yang cepat berputus asa dan mereka yang bangga diri.

    http://iqclassmanagement.blogspot.com

  2. Terima kasih,suatu peringan yang sederhana tapi sangat berharga karena kita manusia seing bersfat khilaf dan lupa.kalau kita mendapatkan keberhasilan kita menganggap bahwa keberhasilan kita itu karena kepintaran dan keahlian kita. kita lupa kepada Yang memberikan ilmu dan kemampuan kepada kita yakni Allah swt Yang Maha Berilmu dan Maha Pemurah.Semoga kita terhindar dari sikap sombong.Jazakallah khairan.

  3. Fakta lain juga ada pak Rahmat, dimana mereka sangat konseptual, teoritis, strategis, great planning, control dan monitoring yang baik. Akhirnya segala goal dan target tercapai walaupun tanpa do’a pada sang Rabb.
    Walaupun tanpa menyebut namaNYA, DIA memberikan semua yang mereka usahakan, mungkin begitulah hukum alam dan SunatullahNYA, namun semakin banyak yang mereka dapatkan, semakin juah pula mereka tersesat, hingga tiba pada satu titik balik yang tak akan mereka sangka-sangka.

    Mungkin itu adalah gambaran bahwa hidup didunia yang hanya bersendau gurau, hidup yang berorientasi pada kebendaan semata, hidup yang berfocus pada kenikmatan duniawi, kerja keras, kesuksesan dan kebanggaan.
    Dan akhirnya bereforia dalam pesta pora.

    Dunia dan akhirat memang berbeda masa, yang satu real dan satu lagi imaginer. Namun dengan kekuatan iman, kita berani ber-investasi untuk akhirat atas segala sesuatu yang kita lakukan didunia bahkan tidak jarang harus kita tempuh dengan pengorbanan. Beriman itu memang perlu tanpa rasa takut.

    Memang betul sekali pak Rahmat, perlu paradigma atau mindset yang tepat untuk dapat melepaskan kesombongan, karena dia lahir dari keinginan untuk memiliki dan menguasai hingga menutupi hadirnya sang Pencipta yang setiap saat melihatnya.

    Terima kasih atas tulisannya yang mengingatkan saya untuk melepaskan kesombongan dan selalu menyertakan Allah dalam setiap rencana dan tindakan.

    -peace-

    1. Saya tahu dan saya setuju. Ada (bahkan banyak) kafir atau ateis yang bisa meraih sukses materi. Pada ujungnya tergantung pilihan kita, apakah kita mau meraih sukses dengan kesombongan karena tidak memerlukan Allah, atau kita sukses dengan bimbingan dan arahan Allah sehingga kita mendapatkan yang terbaik di sisi Allah.

      Good comment, thanks pak Ace.

  4. Assalamu ‘alaikum wr wb

    Jazzakumullohu khoiron katsiro atas artikelnya,Insya Alloh bermanfaat bagi kita semua.

    Yang pantas sombong hanyalah Alloh SWT yang memiliki seluruh dunia dan isinya termasuk kita.Kita hanyalah makhluk yang lemah sekali,tidak makan sehari saja sudah lemas, tidak tidur semalam saja sudah lemas karena kantuk dan sebagainya. Sehingga bagi manusia yang mau berfikir akan berusaha untuk menghilangkan kesombongan.

    Tidak ada satu manusiapun yang senang dengan orang yang sombong termasuk golongan orang-orang yang sombong sendiri.Sehingga bila ada orang yang belum berhasil, dia sudah sombong apa yang mau disombongkan atau bila ia sudah berhasil tetapi ada sifat sombong sebetulnya dia akan lebih berhasil apabila sifat sombongnya dihilangkan.

    Semoga Alloh SWT menghilangkan sifat sombong yang ada pada diri kita.Amien

    wadiyo

    1. Terima kasih pak Wadiyo atas komentarnya di Motivasi Islami. Untuk kedepan, tolong untuk tidak memasang link pada body komentar karena akan dianggap SPAM oleh Askimet. Cukup di kotak isian website saja.

  5. terima kasih pak sarannya,saya sadar saya melupakan dasar dari dari rencana dan tindakan yaitu doa dan tawakal serta lebih mendekat kan diri kepada Allah S.W.T agar tidak menyombongkan diri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield