Lupakan Kekecewaan, Lanjutkan Langkahmu

Lupakan Kekecewaan, Sebab Salah Biasa Terjadi.

lupakan-kekecewaan

Dari sekian banyak pekerjaan Anda, mungkin saja ada yang pekerjaan atau hasilnya yang membuat kita kecewa. Kita adalah manusia yang jauh dari kesempurnaan, kekecewaan suatu hal yang biasa kita jumpai. Kita biasa melakukan kesalahan, kesalahan dan kegagalan adalah manusiawi. Semua orang pernah melakukan kesalahan.

Rasa kecewa itu biasa, namun jika terus kecewa. Terus meratapi kekecewaan, ini yang memberikan dampak negatif terhadap hidup Anda. Selalu, emosi negatif akan mengikis energi. Anda akan lemah, loyo, dan semangat berkurang jika hanya memikirkan kekecewaan.

Kekecewaan Bisa Menurunkan Semangat.

Seperti yang pernah saya lihat pada seorang atlit yang melakukan kesalahan. Dia kecewa sehingga permainannya makin memburuk. Sementara ada atlit lain yang juga melakukan kesalahan, tetapi permainan tetapi bagus tidak terpengaruh oleh kesalahannya tersebut. Atlit seperti inilah yang memiliki mental juara. Ya, salah satu karakter seorang juara ialah dia mampu dengan mudah melupakan kekecewaan tanpa lupa mengambil pelajaran dari kesalahan atau kegagalan yang terjadi.

Anda juga bisa memiliki mental juara jika Anda cukup pandai melupakan kekecewaan Anda. Jangan diingat-ingat lagi bagaimana kecewanya Anda saat itu. Lupakan semuanya, ganti dengan kenangan-kenangan kemenangan dan keberhasilan. Rasakan bagaimana bahagianya, rasakan bagaimana senangnya, dan bersyukurlah.

Yang perlu Anda ingat hanya pelajaran atau hikmah dari kesalahan dan kegagalan. Bukan rasa kecewanya, namuna justru semangat karena telah mendapatkan ilmu baru dari kegagalan sebelumnya.

Kenangan pahit dapat membuat kita turun semangat. Mengingat kekecewaan bisa membuat citra diri kita hancur. Citra diri sangat dipengaruhi oleh kenangan mental. Jika kenangan mental Anda buruk, akan sangat mengganggu citra diri Anda. Oleh karena itu berusahalah untuk tidak mengingat-ngingat kenangan buruk atas kegagalan Anda.

Daripada waktu dan energi habis untuk hal yang negatif, lebih baik manfaatkan untuk terus bergerak, terus bertindak, dan terus melangkah. Anda akan mulai mendapatkan hasil daripada larut dengan kekecewaan.

Jangan Lupakan Hikmah

Namun, jangan sampai hikmah yang ada bersama kekecewaan juga ikut terlupakan. Mengingat hikmah adalah sangat bermanfaat. Kita harus pandai memisahkan hikmah dengan peristiwa. Ambillah hikmah, lupakan kekecewaan. Memang tidak mudah, berikut ada beberapa tip yang bisa kita lakukan:

  • Catatlah hikmah-hikmah dari kekecewaan kita tanpa menyebutkan peristiwanya. Jika teringat peristiwa tersebut, jangan lupa untuk segera mengingat atau menyebut hikmah dari peristiwa tersebut.
  • Bedakan antara fakta dan opini. Fakta memang benar, tetapi opini belum tentu. Sebagai contoh “Anda gagal bisnis”, itu adalah fakta. “Anda tidak akan sukses bisnis”, ini hanya opini belaka yang bisa saja salah.

Jika sikap kita benar, pengalaman mengecewakan akan memberikan hikmah yang membuat kita bahagia.

Rasulullah SAW bersabda; “Hikmah itu adalah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah.” (HR. Tirmidzi)

Tapi Sulit Melupakan Kekecewaan

Dalam keilmuan tentang pemikiran, jika sebuah peristiwa begitu menyentuh emosi, baik itu menyenangkan atau sebaliknya, maka peristiwa itu akan terus diingat. Artinya akan sulit melupakan. Jika Anda mencoba mengenang masa lalu, pasti yang muncul itu adalah memori-memori yang berkesan terhadap emosi Anda.

Tentu saja, saat kita mengalami kekecewaan, akan sulit untuk melupakan persitiwa tersebut. Akan teringat terus dan akan kecewa terus.

Lalu, harus bagaimana?

Teknik Melupakan Kekecewaan

Langkah pertama: maafkanlah. Silahkan baca artikelnya disini: Maafkanlah

Langkah kedua: ubah frame atau cara pandang Anda terhadap peristiwa yang mengecewakan itu.

Ya, memang peristiwa itu akan terus diingat dan tidak mudah dilupakan. Saya juga sama, banyak hal dalam hidup ini yang sulit dilupakan. Namun, peristiwa-peristiwa yang dulu sangat mengecewakan, sekarang tidak lagi membuat hati menjadi kecewa sangat mengingatnya.

Bagaimana caranya? Ya, frame dalam memandang peristiwa itu yang berbeda. Bahkan, seringkali saya malah bersyukur bahwa saya dulu mengalami peristiwa yang sangat mengecewakan karena sekarang saya mendapatkan pelajarannya dan bermanfaat bagi kehidupan saya saat ini.

Setidaknya ada dua hal yang terasosiasi terhadap peristiwa masa lalu yang tidak kita sukai. Yang pertama rasa kecewa dan yang kedua adalah hikmah. Bisa juga ditambahkan dengan syukur kita, bahwa kita mampu melewatinya dengan baik. Jadi ada 3 frame yang kita miliki saat melihat satu peristiwa.

  1. Peristiwa Itu ==> Rasa Kecewa
  2. Peristiwa Itu ==> Syukur bisa melaluinya
  3. Persitiwa Itu ==> Hikmah yang luar biasa

Langkah ketiga: kuatkan frama yang positif.

Mulai sekarang, fokuskan perhatian pada nomor 2 dan 3 saja. Lupakan nomor satu. Jika perlu, ada satu sesi yang sengaja Anda lakukan untuk memperkuat asosiasi nomor 2 dan 3. Susunlah sebuah kalimat seperti ini:

“Alhamdulillah saya bisa melalui peristiwa itu dan saya mendapatkan pelajaran luar biasa yaitu _____. Dan hikmah ini membuat hidup saya lebih baik saat ini.”

Sederhana. Tulislah dengan kalimat yang enak Anda baca dan sangat menyentuh hati Anda. Baca berulang-ulang sampai meresap ke dalam hati Anda.

Lupakan kekecewaan, almbilah hikmahnya, dan teruslah melangkah.