Kekuatan Kebiasaan – Habit Power

1208043_going_green_pays_offJika saya melihat ajaran agama, saya melihat banyak ajaran yang berupa kebiasaan seperti shalat, dzikir, tilawah, dan berbagai ibadah ritual lainnya. Ini artinya, kebiasaan memiliki kekuatan besar dalam hidup kita. Pencapaian kita ditentukan oleh kebiasaan kita. Bahkan Rasulullah saw mengatakan bahwa Allah SWT lebih menyukai kebiasaan beramal daripada amal besar hanya sesekali.

Amalan-amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. (HR. Bukhari)

Menurut Brian Tracy, 95% dari tindakan, perasaan, dan pencapaian berasal dari kebiasaan. Hidup Anda ditentukan oleh kebiasaan Anda. Jika Anda mengubah kebiasaan Anda, maka Anda akan mengubah hidup Anda.

Pertanyaanya adalah, seberapa bagus kebiasaan yang Anda miliki saat ini? Apakah Anda sudah merasa bahwa Anda melakukan kebiasaan baik?

Saya tidak akan menilai kebiasaan yang Anda miliki saat ini. Silahkan lihat semua perasaan, tindakan, dan pencapaian Anda saat ini. Itulah hasil dari kebiasaan. Kualitas kebiasaan Anda, bisa dilihat dari perasaan Anda saat ini. Ingat, 95% perasaan Anda ditentukan oleh kebiasaan. Jika saat ini Anda merasa tidak bahagia, artinya kemungkinan besar Anda melakukan berbagai kebiasaan yang tidak membahagiakan diri Anda.

Jika Anda melihat bahwa tindakan Anda tidak hebat atau tidak baik. Artinya Anda memiliki kebiasaan yang tidak bagus. Kualitas tindakan Anda ditentukan oleh kebiasaan Anda. Tindakan adalah hasil dari pikiran dan emosi, sehingga jika tindakan kita kurang baik, artinya kebiasaan berpikir dan emosi kita kurang baik.

Dan yang terpenting adalah pencapaian Anda. Jika pencapaian Anda mencapai level tertentu, artinya kualitas kebiasaan Anda sebatas level tersebut. Jika Anda memiliki penghasilan sebesar Rp 10.000.000 per bulan, artinya karena Anda melakukan kebiasaan yang berkualitas Rp 10.000.000. Jika Anda sudah cukup dengan penghasilan ini, maka Anda tidak perlu mengubah kebiasaan. Jika ingin meningkatkan penghasilan lagi, maka tingkatkan lagi kualitas kebiasaan Anda.

Jadi, tidak masalah apakah Anda sudah memiliki kualitas kebiasaan yang baik atau tidak. Jika Anda ingin meningkatkan kualitas kehidupan Anda, maka tingkatkanlah kualitas kebiasaan Anda. Ebook ini akan menunjukan caranya kepada Anda.

A change in bad habits leads to a change in life. ~Jenny Craig

Orang sukses punya kebiasaan sukses. Orang gagal punya kebiasaan gagal. Milyarder punya kebiasaan seorang milyrder. Jutawan memiliki kebiasaan seorang jutawan.

[Dikutip dari Modul 5 Kursus Revolusi Waktu: Membangun Kebiasaaan Produktif, Oleh Rahmat Mr. Power]

Follow Me

Rahmat Mr. Power

Author at Zona Sukses
Penulis atau Author berbagai produk Pengembangan Diri: Berpikir Positif, Percaya Diri, Kreativitas, Produktivitas, Motivasi, dan Bisnis selengkapnya http://www.zonasukses.com/gold.php
Follow Me
zona sukses

Mungkin Anda Suka Artikel Lainnya:

Kerja di Rumah

↑ Grab this Headline Animator

8 Comments

  1. Seperti salah satu cerita dari negeri Cina yang pernah juga dibahas oleh Andrie Wongso,”Besi kalau diasah terus menerus pun lama kelamaan bisa menjadi jarum”.

    Menumbuhkan kebiasaan positif dan sikap persistent bisa menentukan perubahan dalam hidup, seperti halnya besi yang berubah menjadi jarum.

    Thanks atas haditsnya 🙂

  2. Kebiasaan mempunyi kekuatan jika dibarengi dg penghayatan pd saat melakukannya.

    Tanpa penghayatan, kebiasaan menjadi rutinitas semata, tanpa ruh di dalamnya.

    Sehingga nilainya hanya semata duniawi semata

  3. Kebiasaan mempunyi kekuatan jika dibarengi dg penghayatan pd saat melakukannya.

    Tanpa penghayatan, kebiasaan menjadi rutinitas semata, tanpa ruh di dalamnya.

    Sehingga nilainya hanya semata duniawi semata

  4. Dengan artikel kekuatan kebiasaan ini, mengingatkan saya pada cerita salah seorang guru saya dulu. Tentang seseorang yang punya seekor anak sapi, yang setiap hari dia mengangkatnya sampai anak sapi itu beratnya lebih 100 kg. Tapi dia masih mampu mengangkatnya. ini buah dari kebiasaan yang menjadi kekuatan barangkali, wallahu’alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield