Janganlah Kamu Bersedih

Dapatkan 2 eBook senilai Rp 99.000.

Masukan email Anda, klik Daftar untuk mendapatkan update artikel dan ebook Gratis Rahasia Sukses dari Zona Sukses.

Email:

bersedihJanganlah Kamu Bersedih Allah Bersama Kita

Mungkin Anda pernah membaca ayat ini: “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.” (At-Taubah:40) Lalu, bagaimana jika kita tetap merasa bersedih? Ini artinya ada sesuatu yang salah dalam hati kita. Dalam ayat diatas, kita tidak perlu bersedih sebab Allah beserta kita. Jika kita masih tetap saja bersedih, artinya kita belum merasakan kedekatan dengan Allah.

Yang dimaksud bersedih bukanlah berarti menangis. Menangis dalam rangka takut dan berharap kepada Allah malah dianjurkan supaya kita bebas dari api neraka. Bersedih yang dilarang adalah kesedihan akibat ketidaksabaran, tidak menerima takdir, dan menunjukan kelemahan diri.

Bersedih Itu Manusiawi
Para Nabi bersedih. Bahkan Rasulullah saw pun bersedih saat ditinggal oleh orang-orang mencintai dan dicintai beliau. Namun, para Nabi tidak berlebihan dalam sedih. Para Nabi segera bangkit dan kembali berjuang tanpa larut dalam kesedihan.

Janganlah Kami Bersedih Karena Tidak Diajarkan

Bersedih (selain takut karena Allah) tidak diajarkan dalam agama. Bahkan kita banyak menemukan ayat maupun hadist yang melarang kita untuk bersedih.

Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS.At-Taubah:40)

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS.Ali ‘Imran:139)

Rasulullah saw pun berdo’a untuk agar terhindar dari kesedihan,

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran; Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur. Tiada Tuhan kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud)

Janganlah Kami Bersedih – Caranya

Jika kita melihat ayat dan hadits yang disebutkan diatas, setidaknya kita sudah memiliki dua solusi agar kita tidak terus berada dalam kesedihan.

Pertama: dari ayat diatas (At Taubah:40) bahwa cara menghilangkan kesedihan ialah dengan menyadari, mengetahui, dan mengingat bahwa Allah bersama kita. Jika kita sadar bahwa Allah bersama kita, apa yang perlu kita takutkan? Apa yang membuat kita sedih. Allah Maha Kuasa, Allah Maha Penyayang, Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita.

Saat kesedihan terus menimpa kita, mungkin kita lupa atau hilang kesadaran, bahwa Allah bersama kita. Untuk itulah kita diperintahkan untuk terus mengingat Allah.

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Ra’d:28)

Dari ayat ini, kita sudah mengetahui cara menghilangkan kesedihan, kecemasan, dan ketakutan yaitu bidzikrillah, dengan berdzikir mengangat Allah.

Saat saya mengalami kesedihan, ketakutan, atau kecemasan, ada tiga kalimat yang sering saya gunakan untuk berdzikir.

  1. Istighfar, memohon ampun kepada Allah.
  2. La haula wala quwwata illa billah (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)
  3. Hasbunallaah wa ni’mal wakiil (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya Pelindung)
  4. Tentu saja, masih banyak kalimat-kalimat baik lainnya yang bisa Anda ucapkan

Alhamdulillah, kesedihan, kecemasan, dan ketakutan menjadi sirna setelah berdzikir dengan kalimat-kalimat diatas. Tentu saja, bukan saja dzikir di lisan tetapi harus sampai masuk ke hati.

Kedua: cara menghilangkan kesedihan ialah dengan berdo’a seperti dicontohkan oleh Rasulullah saw. Nabi pun meminta pertolongan Allah, apa lagi kita, jauh lebih membutuhkan pertolongan Allah. Maka berdo’alah.

Tentu saja, masih banyak cara supaya kita tidak bersedih. Saya bisa menulis buku tebal jika mau membahas semuanya. Namun, dengan dua cara utama diatas kita akan mendapatkan mamfaat yang luar biasa. Bersedih masih mungkin kita alami, tetapi tidak lagi bersedih yang berlebihan dan berlarut-larut. Karena hidup dan perjuangan harus berjalan terus.

Janganlah kamu bersedih!

Masuki Zona Sukses

Solusi bagi Anda yang ingin berubah, namun masih terasa sulit.

Anda tidak akan pernah sukses, jika masih berada di Zona Nyaman. Dapatkan ebook Memasuki Zona Sukses dan Tinggalkan Zona Nyaman, Plus update artikel Motivasi Islami. Masukan email Anda, Klik Daftar.

Email:

There are 15 Comments.

  1. Duro
    10:45 am October 12, 2010

    Subkhanallah………………….,,,,,&trkadang Qt lupa untuk sllu brsandar pd-KhadiratNya……..<

  2. Sungguh tulisan diatas cukup kiranya untuk dijadikan pedoman dan ta’bir bagi kita semua, tatkala kita sedang dilanda kesedihan… Namun, kiranya bisa ditambahkan lagi yang lebih dengan beberapa ta’bir yang diambil dari kisah – kisah para nabi, agar bisa lebih menyentuh lagi…. Terimakasih

  3. astaqfirullahal’adzim.. kenapa aku harus bersedih? bukankah allah bersama kita..

  4. syech komedi
    11:24 am October 22, 2010

    “PERHATIAN” sekarang anda masuk pada kawasan orang2 bahagia!!
    “salam pak ustad rohmat”

  5. muhammad hajar mustanil
    9:30 am November 4, 2010

    asstagfirullah,, kenapa aku harus bersedih padahal Dia selalu bersama kita…

  6. lie syaorat
    11:25 am November 4, 2010

    subhanallah…………………….
    kita memang jarang sekali mensyukuri apa yang sdah kita dapat .
    karena orang yg bahagia adalah orang yang selalu beryukur atas apa yg tlah ia dapat

  7. miss liza
    1:21 pm December 22, 2010

    subhanallah…di mna perginya imanku…knp akue lupa padaNya yang selalu ada

  8. Fachrizal Shahab
    2:52 am December 29, 2010

    Allahu Akbar !!

  9. emon
    12:16 pm March 10, 2011

    SUBHANAALLAH ,,
    ALHAMDULILLAH ,, :)
    terimakasiih ,, ini adlah motivasi yg ckup besar ,,

  10. fs adn
    9:42 am March 22, 2011

    artikel yg membangun, terimakasih dan teruslah berkarya..
    hati saya teringatkan kembali. tetap semangat.

  11. subhanallah artikel ini bagus dan hanya kebesaran Allah lah semua. ijin posting di blog saya ya mas, tks semoga bermanfaat bagi pembaca lain….

  12. permata alwalidaini
    4:01 pm April 21, 2011

    uhibbu sgt artikel ni..subhanallah!

  13. zulfa
    7:12 am May 24, 2011

    alhamdulillah… artikel ini merubah pandangan saya mengenai arti sebuah kesedihan ke arah yang sebenar-benarnya.

  14. yarokhman
    5:55 pm February 16, 2013

    Assalaamu’alaikim wr wb.
    mohon ijin untuk posting blog ini

  15. MENTARI
    1:00 pm October 18, 2013

    terima asih atas nasihat nya

Leave a Reply

*

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield