Jangan Seperti Keledai Atau Lebih Parah

zona sukses

902814_chteau_de_chenonceauPernahkan Anda mendengar pepatah yang mengatakan “Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama dua kali.” Pepatah ini adalah suatu ungkapan kebodohan seseorang yang tidak mau mengambil hikmah dari kesalahan yang sama. Padahal, Nabi Muhammad saw. melarang kita berperilaku seperti keledai dari hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Dari Nabi saw., beliau bersabda: Seorang mukmin tidak boleh dua kali jatuh dalam lubang yang sama. (Shahih Muslim No.5317).

Bagaimana dalam kenyataannya? Ternyata banyak yang lebih parah, yaitu orang yang jatuh berkali-kali pada lubang yang sama, lebih dari dua kali. Disisi lain, banyak orang yang merasa tidak pernah jatuh dan dia merasa pintar. Padahal dia tidak jatuh sebab dia berada di lubang sehingga tidak mungkin jatuh lagi, kecuali ada lubang di dalam lubang.

Kasus yang pertama bisa terjadi dengan tiga kemungkinan

  1. Dia tidak pernah belajar dari kesalahan sebelumnya. Orang seperti tipe orang yang tidak mau menggunakan akal dan tidak mau belajar. Dia akan lebih fokus menyalah orang lain atau keadaan ketimbang mencari akar pemasalahan yang selalu ada pada dirinya.
  2. Dia tidak tahu kesalahan yang di lakukan. Biasanya jika penyebab kesalahan tidak nampak, ini sering terjadi jika penyakitnya ada di mindsetnya. Dia mungkin melakukan perbaikian, tetapi tidak pada mindsetnya, maka perbaikannya akan sia-sia saja.
  3. Dia tahu kesalahannya tetapi tidak melakukan perubahan. Ada orang seperti ini, kadang saya bingung menjelaskannya. “Koq ada sich orang kaya gini?” Mungkin, karena malas saja. Penyebab lainnya ialah kesalah pahaman terhadap takdir, dia katakan kalau dia hidup seperti itu sudah takdir. Tidak ada yang bisa diubah.

Kasus kedua adalah orang yang sebenarnya dia berada di dalam lubang. Dia tidak merasa jatuh sebab sudah ada dibawah lubang. Penyebabnya karena tidak sadar kalau dia sebenarnya berada dibawah. Mengapa sampai tidak sadar? Mungkin karena wawasan yang kurang. Dia kira kehidupan dia sudah baik dan wajar sehingga tidak perlu beranjak.

Disarankan Untuk Anda:   Kisah Keluarga Tikus - Tentang Pandangan Sempit

Untuk menghindari supaya kita tidak menjadi seperti keledai atau lebih parah maka kita perlu terus meningkatkan diri. Mulai meningkatkan wawasan, keterampilan, dan yang paling penting ialah pola pikir kita. Jangan pernah merasa sudah cukup, sebab itu sebuah kerugian. Jadikan, hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Follow Me

Rahmat Mr. Power

Author at Zona Sukses
Penulis atau Author berbagai produk Pengembangan Diri: Berpikir Positif, Percaya Diri, Kreativitas, Produktivitas, Motivasi, dan Bisnis selengkapnya http://www.zonasukses.com/gold.php
Follow Me
Dapatkan Update Artikel dan Kata-kata Motivasi Via Telegram Klik Disini. Pastikan aplikasi telegram sudah terinstall di HP/Komputer Anda

Mungkin Anda Suka Artikel Lainnya:

Kerja di Rumah

↑ Grab this Headline Animator

6 Comments

  1. Kalau dalam surah Al-Isra’, keldai diibaratkan sebagai haiwan yang mempunyai suara yang buruk. Muhasabah setiap tindakan agar tidak jatuh di dalam lubang yang sama. Terima kasih atas posting yang bagus.

  2. ” Memang BAIK jadi orang PENTING tp jauh lebih PENTING jadi Orang BAIK ”

    Maka dari itu belejar, belajar,belajar untuk dapat menjadi yang lebih BAIK bagi diri kita dan lingkungan kita… Insya Allah dikala kita meninggalkan Dunia ini banyak orang yang mengantar kita ke pintu keberhasilan… amien…

  3. ” Memang BAIK jadi orang PENTING tp jauh lebih PENTING jadi Orang BAIK ”

    Maka dari itu belejar, belajar,belajar untuk dapat menjadi yang lebih BAIK bagi diri kita dan lingkungan kita… Insya Allah dikala kita meninggalkan Dunia ini banyak orang yang mengantar kita ke pintu keberhasilan… amien…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield