
Seperti apakah ciri orang yang berpikir positif? Ini sangat penting! Kesalahan kita dalam memahaminya bisa merugikan kita. Sebagai contoh, ada yang mengatakan bahwa kita tidak perlu memiliki pikiran positif. Ada juga yang mengatakan bahwa pikiran positif saja tidak perlu untuk sukses. Jelas, orang ini belum paham dengan apa yang dimaksud berpikir positif.
Dalam artikel ini, saya akan membahas, seperti apa sich ciri orang yang berpikir positif? Tujuannya tiada lain memberikan pemahaman secara utuh tentang makna berpikir positif dan ciri-cirinya.
Langkah pertama untuk memahaminya ialah kita harus memahami terlebih dahulu tentang definisi berpikir positif. Kata kunci dalam berpikir positif adalah “keyakinan”. Silahkan baca artikel tersebut disini untuk lebih jelasnya.
Berdasarkan pengertian yang dijelaskan diatas, maka ciri utama seseorang yang memiliki pikiran positif adalah memiliki optimisme yang tinggi. Optimisme adalah sebuah pemikiran penuh harapan dan percaya diri bahwa apa yang ditujunya akan tercapai. Optimisme adalah pandangan yang penuh harap. Sebuah sikap optimis bisa lahir saat seseorang memiliki keyakinan yang kuat bahwa dia bisa mencapai apa yang dia harapkan. Inilah ciri orang yang berpikir positif.
“Tapi, bagaimana saya bisa optimis? Saya memiliki banyak kekurangan.”
Optimisme tidak ada hubungannya dengan kekurangan. Siapa yang tidak punya kekurangan? Orang yang optimis akan yakin bahwa dia juga mampu mengatasi semua kekurangan yang ada. Tidak punya modal untuk bisnis? Dia yakin bahwa dia akan mendapatkan modal tersebut. Tidak bisa bahasa Inggris untuk mendapatkan kerja? Orang optimis yakin bahwa dia bisa mempelajari bahasa Inggris. Kekurangan, sama sekali tidak mempengaruhi optimisme. Ciri orang yang berpikir positif tetap yakin meski dia banyak kekurangan, karena dia yakin selalu ada jalan keluar.
Lalu, dari manakah sumber keyakinan ini? Jika kita membaca literatur barat yang ditulis oleh mereka yang bukan beragama Islam, mereka mengatakan bahwa sumber keyakinan kita hanya berasal dari potensi dan kekuatan pikiran kita. Memang benar, bahwa kita sudah diberikan postensi yang besar oleh Allah SWT, tetapi sumber keyakinan itu bukan hanya berasal dari potensi diri kita atau pikiran kita, tetapi –yang utama– kita yakin karena Allah SWT akan menolong, membantu, memberikan petunjuk, dan mengabulkan do’a kita.
“Tapi… kita juga perlu berpikir kritis.”
Salah! Yang kita perlukan ialah: kita perlu berpikir kritis, kreatif, dan rasional. Jadi bukan berpikir kritis dan positif saja. Silahkan selami situs ini, Anda akan menemukan pembahasan tentang berpikir kritis, kreatif, dan rasional. Artikel ini memang khusus membahas ciri orang yang berpikir positif.
Kata kunci berdasarkan pencarian:
[ciri optimis, pengertian berpikir positif dan contoh, ciri-ciri orang optimis, ciri orang optimis, kunci berpikir positif, ciri-ciri orang yang optimis, kelemahan berpikir rasional, motivasi berfikir positif, ciri-ciri berpikir kritis, ciri ciri orang yang optimis]Kirim ke Twitter Kirim ke Facebook
Tentang Penulis
|
Rahmat Mr. Power Author buku, ebook, audio, dan video, diantaranya: Meraih Berkah dan Pahala Melalui Internet (buku), Beautiful Mind: Berpikir Positif Islami (ebook), The Confidence Secret (video), dll. (Terlalu banyak disebutkan disini). Download hasil karya Rahmat di Zona Sukses juga Usaha Terbaik (Gratis dan Premium) Facebook Rahmat dan MuslimFace Rahmat |
10 Responses to “Ciri Orang Yang Berpikir Positif”
Leave a Reply
Baca juga:
- Ciri-ciri Orang Sukses
- Pengertian Berpikir Positif
- Tindakan Atau Berpikir Positif?
- Cara Berpikir Positif
- Buku: Berpikir Positif Islami







Sebuah motivasi yang mencerahkan. Motivasi2 sprti ini memang perlu disebarluaskan agar orang2 memahami secara lebih substansial apa yang sebenarnya menggerakkan manusia untuk berbuat dan melakukan perubahan. Karena kalau kita hanya berhenti pada sikap ‘percaya diri’, ini akan berbenturan dengan prinsip agama.
Kata ‘percaya diri’ yang ‘berdiri sendiri’, maka didalamnya terkandung secara implisit (samar) sikap sombong/ujub. Kesamaran itu bisa terlihat dan menjadi jelas jika seseorang dihinggapi sifat ‘terlalu percaya diri’. Biasanya, org yg ‘terlalu percaya diri’ dengan sendirinya di mata orang lain akan terlihat sombong/ujub, meskipun mgkn org tersebut tidak bermaksud sombong/ujub.
Yang juga harus digarisbawahi secara tebal, sikap ‘percaya diri’ akan bernuansa syirik apabila tidak diletakkan dibawah prinsip2 keagamaan seseorang. Karena sikap ‘percaya diri’ seperti ini memiliki pengertian mempercayai bahwa dirinya sendiri yang mempunyai kekuatan. Itulah sebabnya sikap ‘percaya diri’ perlu dilandasi oleh sikap keagamaan yang teguh agar kita tidak tergelincir.
wah, maaf, komentarnya jadi panjang begini.
Terima kasih
Terima kasih atas komentarnya. Tentang kepercayaan diri, bisa dilihat di artikel Kepercayaan Diri Nabi Musa AS. Baca juga Percaya Diri atau Sombong?
mantabs deh thanks pencerahannya. dan satu lagi salam action.
Semoga kita semua dapat menjadi pribadi yang berpikir positif
Berpikir positif adalah mata air kebahagiaan, di zaman sekarang setiap orang tanpa memandang usia dan gender rawan terkena stres bahkan hingga tingkat depresi…hanya dengan berpikir positiflah biang-biang stres tak akan mampu melukai kita….salam “Power” buat Mr. Rahmat
positive thinking why not..?
Assalamu’alaykum WR WB.
Salam Penuh Rahmat…
Ayo terus gaungkan Energi Positif dengan berbagai cara yang baik…dukungan saya terus…
Salam
Sahewa
Rasional mungkin paling tidak pikiran mengakui keadaan diri sendiri dengan jujur. Sehingga hati bisa menyesuaikan keadaan yang sedang terjadi dan membentuk kemauan untuk bersikap positif.
Subhanalloh, . . .
ini memang sebuah literatur yg islami bgt. . .
Maaf Pak, mungkinkah yg dimaksud sumber dari barat adalah buku2 karya Dr.Norman Vincent Peale,(THE POSITIF PRINCIPLE TODAY) tentang PRINSIP HIDUP dan BERPIKIR POSITIF. . .
dan bukunya yg fenomenal lainya ttg BERPIKIR POSITIF.
Kebetulan saya juga lagi gencar mendalaminya.
sepertinya sepaham dg yg ditulis disini.
Mohon konfirm.ke E-mailku badispecial@yahoo.com
be thankz. .
Secara umum, mungkin terlihat sepaham. Namun demikian saat kita mempelajari literatur dari barat, apalagi dibuat oleh non muslim kita perlu hati-hati. Berpikir positif akan sangat berkaitan dengan cara pikir, sikap, dan akhlaq. Jangan sampai akhlaq kita terpengaruhi oleh pemikiran yang tidak islami.
Kita akan tahu apakah sebuah pemikiran itu islami atau tidak jika kita sudah memiliki pemahaman agama secara integral, tidak parsial.
Tentang Norman sendiri
http://id.wikipedia.org/wiki/Norman_Vincent_Peale
Dia anggota Freemasonry
http://id.wikipedia.org/wiki/Freemasonry
Silahkan pelajari.