Mempertahankan Motivasi
Dalam perjalanan ke luar kota, seorang ustadz meminta supirnya untuk mencuci mobil di uatu tempat peristirahatan. Dengan enteng supirnya menjawab,
“Tidak usah ustadz, nanti juga kotor lagi.”
Sang Ustadz tidak menjawab, dia hanya tersenyum menanggapi jawaban supirnya. Namun, ternyata ada sebuah rencana besar yang memberikan hikmah baik kepada si supir maupun kepada kita.
Belajar Hal Baru
Ada dua sikap yang sangat ekstrim yang perlu kita hindari agar kita bisa mengembangkan diri dengan tepat. Yang pertama adalah sangat menggantungkan diri kepada bakat. Ciri orang seperti ini ialah saat harus keluar zona nyaman, dia akan mengatakan, “Saya tidak berbakat.” Sikap yang kedua ialah mencoba mempelajari semua hal dan berharap menjadi ahli pada segala hal. Lalu sikap seperti apa yang benar?
Kembali ke Fitrah Awal Hidup Baru
Ramadhan baru saja kita lewati dan kita memasuki suatu hari yang disebut hari kemenangan. Adalah sangat wajar jika banyak orang yang mengatakan bahwa ini adalah hari kemenangan, dimana sesuai dengan namanya disebut hari kembali ke fitrah. Fitrah berarti kita kembali seperti bayi yang baru saja dilahirkan. Ampunan dari Allah dan maaf dari sesama mudah-mudahan sudah kita dapatkan. Namun ini bukanlah suatu akhir sebab kita masih diberikan umur panjang untuk menjalani hidup selanjutnya.
Motivasi Belajar
Pengembangan diri adalah belajar, belajar adalah pengembangan diri. Jika Anda ingin lebih sukses dibanding pencapaian Anda saat ini, kuncinya ialah jangan pernah berhenti belajar. Hanya dengan belajarlah Anda akan berkembang dan menjadi lebih baik. Jadi untuk mengukur sejauh mana Anda bisa berkembang ialah dengan mengukur sejauh mana motivasi belajar Anda. Bagaimana meningkatkan motivasi belajar?
Jangan Mengubur Harapan
Mari kita renungi, mungkin sering kita ucapkan atau setidaknya kita sering mendengar suatu ungkapan. Ungkapan tersebut berbunyi “Ah, uang dari mana untuk membelinya?” Perkataan ini keluar saat orang tersebut merasa tidak punya uang untuk membeli kebutuhannya. Ada juga yang mengatakan, “Bukannya tidak mau mengkuliahkan anak, tetapi uang dari mana?” Dan berbagai uangkapan senada lainnya. Apakah ini menjadi masalah?
Tantangan
Sebuah pencapaian maksimum, akan disertai dengan berbagai ujian dan tantangan. Namun hal ini tidak perlu Anda takuti karena memang bagian dari hidup. Hidup akan selalu disertai ujian dan tantangan yang besarnya tergantung pada kualitas pencapaian yang ingin Anda raih. Kehidupan tanpa tantangan ibarat bulir-bulir pada yang hampa, yang tidak ada harapan setelah panen kecuali untuk dibuang.










