Cara Mempertahankan Motivasi Diri

Kenapa Harus Mempertahankan Motivasi?

mempertahankan motivasiTentu saja, kita harus mempertahankan motivasi diri kita, sebab motivasi kita bisa turun. Turunnya motivasi adalah sesuatu yang wajar karena hidup ini dinamis, semuanya berubah, termasuk emosi, pikiran, dan lingkungan kita. Semua itu akan mempengaruhi kondisi motivasi kita.

Anda tidak perlu sibuk, mencari cara memotivasi diri yang terus awet dan tidak akan pernah turun. Menurut saya itu tidak realistis. Iman saja bisa turun, dengan dengan istilah futur, apalagi motivasi. Jadi, kita tidak usah meributkan apakah motivasi itu ada yang permanen atau tidak, yang penting kita harus bisa mempertahankan motivasi saat motivasi itu turun.

Bahaya Tidak Mempertahankan Motivasi

Yup, motivasi berkaitan dengan tindakan, tidak ada tindakan tanpa motivasi dan tidak ada sukses tanpa tindakan. Oleh karena jika Anda merasa motivasi akan turun, apa lagi sudah turun, dan membiarkannya, akan mempengaruhi sukses Anda.

Tidak Mempertahankan Motivasi Penyebab Menunda-nunda

Hal pertama yang terjadi jika Anda tidak mempertahankan motivasi, akan muncul kebiasaan buruk, yaitu menunda-nunda. Menunda-nunda adalah sinyal bahwa motivasi Anda sudah mulai turun. Akan ada alasan saat Anda menunda-nunda, mengikuti keinginan diri (hawa nafsu) untuk santai atau enggan menghadapi sesuatu yang berat. Ini adalah tanda-tanda Anda harus mempertahankan motivasi pada level terbaik. Jika sudah turun, bangkitkan kembali motivasi Anda, dan pertahankanlah.

Pertanyakan dengan kritis (kritis juga bermanfaat untuk diri sendiri) kenapa Anda menundanya? Cobalah bantah alasan menunda tersebut. Sambungkan kembali tindakan tersebut dengan tujuan yang ingin Anda capai. Lakukan sendiri, dalam hati. Tidak usah berbicara dengan orang lain, karena ana kecendrungan untuk tetap membela diri atau melakukan pembenaran. Jika mau, Anda bisa berbicara kepada orang yang memiliki otoritas tinggi terhadap Anda.

“Tapi, alasan saya benar!”

Cobalah pikirkan, terlepas apakah alasan Anda benar atau tidak, Anda tetap akan menerima akibatnya. Mempertahankan motivasi jauh lebih penting daripada mempertahankan kebenaran alasan Anda.

Malas Pun Datang

Saat motivasi rendah, malas akan muncul. Jika sebelumnya menunda-nunda, maka selanjutnya akan berkata “tidak usah saja”, “biarin lah”, “buat apa”, dan “malas ah”. Ini adalah sinyal saat motivasi sudah sangat mengendur. Kalau istilah dalam HP, sudah Low Bat… Harus segera di charge lagi.

Mempertahankan motivasi, agar Anda tidak masuk ke zona malas ini. Jika sudah malas, apa yang bisa diharapkan?

Orang malas ada dua macam:

  1. Dia tidak sadar, kalau dia malas. Dia sudah punya alasan yang tepat untuk setiap kemalasannya. Jadi merasa benar dan merasa tidak malas.
  2. Dia sadar, kalau dia malas. Tetapi dia malas untuk mengobati pengakit malas tersebut. Akhirnya dia akan malas terus. Yang dia bisa lakukan hanya mengeluh dan bertanya. Dia mengeluh kalau dia malas. Dia juga bertanya bagaimana cara mengatasi malas, tetapi dia tetap malas untuk mengobatinya.

Mudah-mudahan Anda tidak malas untuk memikirkan ini: apa yang akan terjadi pada orang malas?

Jika ada yang mengatakan, sulit mengatasi malas, yah karena malas merupakan “lingkaran setan” yang tidak akan pernah terputus. Seseorang malas, kemudian malas mengobati malasnya, dan dia terus malas. Begitu seterusnya.

Akan lebih sulit mengobati malas dibandingkan Anda tetap mempertahankan motivasi pada level yang terbaik. Belum lagi, saat-saat kita malas, kita akan kehilangan banyak hal.

Bagaimana Cara Mempertahankan Motivasi?

Mungkin, Anda akan mudah menemukan tips-tips motivasi di berbagai tulisan. Silahkan lakukan. Namun, perlu diperhatikan, jika tip-tip tersebut tidak menyentuh akar permasalahannya, maka hasilnya akan kurang optimal. Mungkin, sebentar saja akan nempel.

Anda mungkin akan semangat sesaat. Tetapi begitu mudah loyo lagi. Anda harus bisa mempertahankan motivasi sampai ke akarnya agar memiliki daya tahan motivasi yang lebih baik. Lalu apa akar permasalahan yang menyebabkan turunnya motivasi?

  1. Pikiran yang tidak memberdayakan. Artinya kondisi pikiran Anda cendrung menghentikan Anda untuk bertindak. Selalu saja ada pikiran yang mengganggu motivasi Anda.
  2. Emosi negatif. Selain pikiran, emosi sangat mempengaruhi kondisi motivasi Anda. Emosi negatif akan menjadikan Anda hilang motivasi untuk melakukan sesuatu.
  3. Tindakan yang salah. Cara bertindak yang salah akan menyebabkan Anda kurang motivasi. Sebuah pekerjaan besar akan terlihat berat jika dilakukan dengan satu cara, tetapi terlihat ringan jika dilakukan dengan cara lain.

Inilah cara mempertahankan motivasi yang sampai ke akar permasalahan

  1. Kelola pikiran Anda, fokuslah pada yang positif. Inilah kenapa berpikir positif kaitannya sangat erat dengan motivasi. Jangan jangan heran jika Motivasi Islami sering membahas berpikir positif juga.
  2. Jagalah emosi pada kondisi yang baik. Tersenyumlah, berpikir positif terhadap segala sesuatu.
  3. Ubahlah cara bertindak agar pekerjaan Anda tidak terlihat berat. Anda perlu kreatif untuk menemukan cara bertindak yang menyenangkan dan menjadikan lebih mudah.

Ingin pembahasan lebih detil lagi? Bisa Anda pelajari di Video Instant Motivation Weapon untuk mempelajari teknik-teknik mudah untuk melakukan ketiga cara mempertahankan motivasi tersebut.