Cara Memotivasi Orang Lain

Dapatkan 2 eBook senilai Rp 99.000 yang membedakan orang sukses dan gagal.

Masukan email Anda, klik Daftar untuk mendapatkan update artikel dan ebook Gratis Rahasia Sukses dari Zona Sukses.

Email:

Pertanyaan: Ratna Wati, “bagaimana cara memotivasi orang lain yang sedang bermasalah? bagaimana memotivasi orang agar mau rajin belajar?”. Mushlikhul Anam Zuhdi, “Bagaimana caranya agar saya bisa mengarahkan masa dan menyemangati mereka, n bagaimana agar saya bisa menjadi pemimpin yang bijak.” Istiqomah Ruswandi, “bagaimana saya memotivasi anak didik ke jalan yang benar disaat mereka sudah benar2 keluar dari jalur yang benar? (minum2an, pakai drugs) dari seorang guru yang mencintai siswanya dengan hati………..”. Jawaban:

Intinya, ketiga pertanyaan diatas ialah bertanya tentang bagaimana cara memotivasi orang lain. Berikut jawabannya:

Tahap Persiapan

  1. Langkah pertama sebelum Anda memotivasi orang lain, Anda harus menjadi orang yang termotivasi atau menjadi orang yang semangat terlebih dahulu. Bagaimana kita bisa memberikan semangat kepada orang lain jika kita tidak memiliki semangat? Tingkatkan motivasi diri Anda terlebih dahulu, baru kemudian berikan motivasi kepada orang lain, anak, maupun bawahan Anda. Jika Anda semangat, bisa jadi tanpa berkata-kata pun Anda akan dikuti oleh orang-orang di sekitar Anda. Ada yang mengatakan kalau antusias itu menular. Maka bertindaklah dengan antusias.
  2. Pahami teknik motivasi terlebih dahulu. Saya menemukan banyak orang yang mencoba memotivasi orang lain, anak, atau bawahan dengan cara yang salah. Bukan semangat yang Anda berikan, malah yang banyak terjadi justru kontradiktif. Sebagai contoh, banyak yang mencoba memotivasi dengan cara menekan dan mengancam. Jika dilakukan pada orang yang salah, maka orang-orang tersebut bisa jadi malah kabur, balik mengancam, dan saling menyalahkan. Menekan dan mengancam memang cara memotivasi, tetapi kita harus tahu cara menggunakannya dan kepada siapa. Sementara masih banyak teknik memotivasi yang tidak menggunakan tekanan dan ancaman justru jauh lebih berhasil.
  3. Pahami orang yang akan Anda semangati. Lihat apa yang akan memotivasi dia. Mana yang lebih dominan, apakah motivasi mengejar atau menghindar. Bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan dia. Setelah paham, Anda akan lebih mudah memotivasinya. Seringkali kita minta dipahami, tetapi lupa memahami.

Cara Memotivasi

Silahkan lihat video Cara Membangkitkan motivasi. Pelajari, praktekan untuk diri Anda, kemudian praktekan untuk orang yang akan Anda semangati.

Satu lagi, jangan lupa untuk “mengirimkan” cinta Anda kepada orang yang ingin Anda semangati. Anda ingin mereka semangat karena Anda menyayangi atau mencintai mereka. Kalau mereka bawahan Anda, keberhasilan mereka juga keberhasilan Anda. Maka kirimkan cinta kepada mereka dalam bentuk dukungan dan do’a.

Masuki Zona Sukses

Solusi bagi Anda yang ingin berubah, namun masih terasa sulit.

Anda tidak akan pernah sukses, jika masih berada di Zona Nyaman. Dapatkan ebook Memasuki Zona Sukses dan Tinggalkan Zona Nyaman, Plus update artikel Motivasi Islami. Masukan email Anda, Klik Daftar.

Email:

There are 2 Comments.

  1. m faiz
    9:26 am February 25, 2010

    syukron atas tips mebangkitkan motivasi dan memotivasi orang lain, ini sangat bermanfaat sekali buat siapapun yang tengah dilanda lost motivation !!!!

  2. Ajat Sudrajat
    2:44 pm July 11, 2010

    Betul sekali Pak Rahmat. Sebelum memotivasi orang lain. Kita harus mengukur seberapa jauhkah motivasi yang dimiliki oleh diri kita. Kalau motivasi kita lebih kuat dari yang dimotivasi secara otomatis akan terterik dengan sendirinya. Sebab dirinya telah tampil seperti magnet. sebetulnya kita semua punya motivasi tetapi motivasi yang dimiliki tingkatannya berbeda-beda. Kalau saya ibaratkan antara Motivator dengan yang di motivasi seperti sebuah magnet dengan benda yang sejesnisnya apakah berunsur magetis atau berunsur logam tentu kesemuanya itu memiliki kapasitas magnet yang berbda. ada yang besar, sedang, kecil, lemah, bahkan sama sekali tidak ada. Yang paling besarlah yang akan menjadi penarik atau pendorong. Begitu pun dengan kita.

    Dan yang lebih penting lagi. Betul sekali Pak Rahmat kita harus perhatikan orang-orang yang menjadi objek. Setiap orang memiliki unsur motivasi yang berbeda-beda. Jadi akan menentukan terhadap cara kita dalam memotivasi. Terlebih lagi kita harus mengetahui kebutuhan psikologis seseorang yang akan dimotivasi.

Leave a Reply

*

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield