• Depan
  • Tentang MI
  • Kata Mutiara
  • Kontak
  • Komentar Positif
  • Kirim Artikel
Motivasi Islami
Subscribe to RSS feed Follow on Twitter Connect on Facebook

Bisakah Memakan Sepeda?

1180083_bicycle_parking_2Saya sudah menguji pertanyaan ini pada berbagai seminar atau pelatihan yang saya selenggarakan. Bahkan termasuk saat sedang mengobrol dengan seseorang. Banyak respon yang datang dari pertanyaan ini dan respon tersebut menggambarkan cara berpikir orang tersebut. Bagaimana respon Anda terhadap pertanyaan ini?

Golongan Pertama

Adalah mereka yang langsung mengatakan “tidak mungkin”. Mereka menganggap saya bercanda. Mereka menganggap saya hanya menarik perhatian mereka saja. Ada juga yang menganggap bahwa ini hanya ungkapan saja.

“Sepedanya dari roti pak Rahmat?” tanya salah seorang peserta seminar saya sambil tertawa. Dia adalah termasuk pada golongan ini, karena menganggap saya bercanda. Saya jawab, tidak, ini sepeda beneran. Terbuat dari besi dan bannya terbuat dari karet.

Ada juga yang mempertanyakan makna “memakan”. Mereka menganggap bahwa kata memakan disini hanya kiasan belaka. Kemudian saya jelaskan, bahwa memakan disini dalam artian harfiah: memasukan sepeda ke dalam mulut dan ditelan. Biasanya, setelah mendapatkan penjelasan dari saya, tipe orang golongan pertama ini terdiam.

Golongan pertama ini boleh dibilang orang yang masih tertutup pikirannya. Mereka hanya melihat dengan apa yang mereka ketahui saja. Tanpa memikirkan kemungkinan lain. Tanpa membuka kemungkinan lain. Mereka menganggap bahwa mereka sudah tahu segalanya.

Jika Anda masuk golongan pertama ini, jangan tersinggung. Justru harus bersyukur bahwa sekarang Anda sadar dengan masalah pikiran Anda. Sekarang saatnya Anda untuk meningkatkan cara berpikir Anda.

Cara meningkatkan pola pikir Anda, setidaknya dengan rajin membaca artikel di website ini atau membeli berbagai produk saya. Semuanya dirancang untuk meningkatkan pola pikir Anda. Selain itu, banyak juga produk-produk yang dikeluarkan oleh para motivator lain yang dirancang untuk meningkatkan paradigma Anda.

Golongan Kedua

Adalah orang yang percaya, tetapi mereka bertanya-tanya bagaimana caranya. Ini adalah orang-orang yang memiliki potensi untuk maju dan berkembang. Meski ilmunya belum sampai, namun tipe orang pada golongan kedua sudah memiliki pikiran terbuka. Mereka akan terpacu untuk mencari jawabannya.

Golongan Ketiga

Adalah mereka yang sudah tahu tentang fakta tersebut tetapi tidak mengambil hikmah. Banyak orang yang tahu, bahwa melakukan hal yang luar biasa itu bisa dilakukan oleh manusia. Masalahnya mereka tidak yakin kalau mereka pun mampu menjalaninya. Golongan ketiga ini adalah orang yang tidak percaya diri.

Golongan Keempat

Adalah mereka yang sudah tahu atau termasuk golongan kedua dan mereka memiliki keyakinan bahwa diri mereka pun mampu melakukan hal yang luar biasa. Mereka membuktikannya dengan impian yang besar dan mereka bertindak untuk meraih impian besar tersebut.

Termasuk golongan manakah Anda? Saya harap Anda masuk ke golongan keempat atau setidaknya masuk ke golongan kedua. Jika Anda masih masuk golongan pertama atau ketiga, maka Anda perlu lebih mengintensifkan lagi dalam mengembangkan pola pikir Anda. Anda tidak akan berubah selama Anda tidak mengubah pola pikir Anda dulu.

Ngomong-ngomong, apakah Anda tahu cara memakan sepeda?

Posted by Rahmat Mr. Power July 21, 2009 under Artikel, Berpikir Positif and tagged bertindak, impian, Mindset, paradigma, Percaya Diri, pola pikir.
30 Comments
  1. Anna
    July 22, 2009 at 3:19 am | Permalink

    Cara memakan sepeda

    Se = sebuah alias satu
    Peda = nama ikan

    Cara makan
    Di masak sampai matang, udah gitu dimasukin ke mulut, di kunyah dan di telen.

  2. Rahmat Motivasi Islami
    July 22, 2009 at 4:13 am | Permalink

    Jawaban yang kreatif. Tapi, bukan ini jawabannya. :)

  3. emil
    July 22, 2009 at 3:09 pm | Permalink

    jgnkan cuma sepeda, pasir, semen, besi cor, aspal, bensin, solar, semua udh bisa dimakan. zainuddin mz yg bilang.

  4. Rahmat Motivasi Islami
    July 22, 2009 at 3:31 pm | Permalink

    Ha ha. Tapi itu kiasan. Saya tekankan. Makan dalam artian secara harfiah.

  5. Putra
    July 23, 2009 at 12:02 am | Permalink

    Askm.
    Caranya akan saya beritahu setelah bapak menyebutkan cara Bapak memakan sepeda. Kalo bapak tidak bisa menyebutkan, berarti menjadi tugas bapak untuk mencari tahu. Nanti saya janji untuk memberitahukannya setelah bapak bisa menjawabnya dengan benar ^_^

  6. Rahmat Motivasi Islami
    July 23, 2009 at 12:14 am | Permalink

    Ha ha…

    Kalau saya sebutkan caranya, nanti pak Putra nyontek caranya.

    Komentar dengan jawaban benar akan saya pending dulu, supaya seru. Kalau bapak punya jawaban benar, silahkan jawab. Nanti setelah ada 20 jawaban, jawaban yg benar akan dipublikasikan. Biar seru saja.

  7. okta
    July 23, 2009 at 1:27 am | Permalink

    saya tau caranya pak. setiap orang punya potensi kekuatan alam bawah sadar seperti limbad, bayu gendeng, cosmo dsb. limbad bisa membengkokan linggis dengan giginya, bayu gendeng juga bisa memakan paku, pecahan kaca dsb. jelas kan..
    bahwa kita juga punya potensi kekuatan seperti mereka. kalau yang bilang gak mungkin berarti pikirannya masih terkurung oleh keterbatasan indera fisiknya.
    manusia punya indera lain yang jauh lebih hebat dari fisiknya. yang tidak terlihat tapi punya pengaruh lebih besar.
    kebanyakan orang berpikir dengan apa yang ia tau, itu gak salah tapi yang salah adalah sebagian mereka menganggap bahwa hal itu tidak mungkin karena mereka belum pernah lihat atau dengar dsb, atau yang belum mereka alami sendiri.

  8. Rahmat Motivasi Islami
    July 23, 2009 at 1:50 am | Permalink

    Good point pak. Tapi bukan itu maksud saya. Tidak perlu seperti Limbad, ahli debus, atau seperti Bayu Gendeng.

    Cara yang dimaksud adalah cara logis dan semua orang bisa tanpa latihan atau mendalami ilmu kekebalan. Yang penting tahu ilmunya, mau memakannya, dan rela sepedanya rusak dimakan.

  9. Maz Prie
    July 23, 2009 at 8:24 am | Permalink

    Semoga jawaban saya benar, caranya yaitu sepeda dihancurkan sampai kecil-kecil (sampai seperti debu), kemudian dimakan dengan cara dicampurkan kemakanan yang biasa kita makan. Ini akan membutuhkan waktu yang sangat lamaaaa… sekali, tapi akan habis juga. Benar nggak?

  10. awan merah
    July 23, 2009 at 4:06 pm | Permalink

    Makan sepeda., waduh.. gmn jadinya tuch…???.

    Sat ni lom dapet lagi ilmunya Pak,.. yang pasti tentunya yg ditanya tidak lebih tau dari yg bertanya..
    _^_

  11. eko priyadi
    July 24, 2009 at 4:38 am | Permalink

    Sepeda super mini kali ya Pak ??? jadi bisa langsung ditelen

  12. uyun
    July 24, 2009 at 8:04 am | Permalink

    wandaktau saya…

  13. Agil Siswo Heksanto
    July 24, 2009 at 3:02 pm | Permalink

    Cara makan sepeda?
    1.Sepedanya dipreteli dulu menjadi bagian yang lebih kecil, sehingga muat masuk mulut.
    2.Anda bisa makan sepeda itu secara bertahap.
    3.Pasti 2 sampai 3 sepeda juga akan habis apalagi cuma 1 sepeda.

    Thanks buat wawasannya

  14. jhody
    July 25, 2009 at 11:05 pm | Permalink

    diris tipis2… besinya dibuat jadi serbuk, setiap kali makan pagi, siang, malam… ada lauk sepeda di situ, dalam sebuan pasti habis

  15. Anna
    July 26, 2009 at 3:36 am | Permalink

    Simple, sepotong demi sepotong.

  16. amin
    October 22, 2009 at 10:46 pm | Permalink

    Mau tanya pak, bagaimana ya cara makan sepeda? kira-kira enak gak?
    Just kidding.

    Kadang pekerjaan luarbiasa dimulai dari ide-ide yang nampaknya nyeleneh dan kadang gila, menurut fikiran manusia di zamannya.

    Tapi manakala ada penjelasan ilmiahnya, atau ketika ide itu sudah terwujud akan lenyaplah kata nyeleneh atau gila itu.

  17. putra hipensa
    October 24, 2009 at 7:35 pm | Permalink

    mengapa kita selalu dihantui rasa gelisah yang kadang tak menentu apa masalahnya ? dan mengapa manusia selalu di penuhi dengan keluhan ~ keluhan atas apa coba’an yang telah menimpa pada diri kita ?

  18. Rahmat Mr. Power
    October 24, 2009 at 7:48 pm | Permalink

    Pertama: cobalah untuk mengganti kata “kita” dan “manusia” dengan kata “saya”. Saat Anda mengatakan kita dan manusia, secara tidak sadar, Anda mengatakan bahwa ini penyakit semua orang dan wajar. Saat Anda mengatakan “saya”, Anda sudah mulai mengambil tanggung jawab atas perasaan dan pikiran Anda.

    Kedua: Mulailah ganti dengan kalimat baru, “Saya tenang, saya sabar, dan saya bersyukur.”

    Anda berpikiran negatif, karena Anda didominasi oleh informasi negatif. Sekarang, gantilah dominasi pikiran negatif dengan pikiran positif. Caranya? Silahkan baca di ebook Beautiful Mind Power.

  19. setyo
    December 3, 2009 at 4:51 pm | Permalink

    Makan sepeda? itu akan saya lakukan klo sdh tdk ada makanan yang bisa dimakan lagi. bukan begitu pak?

  20. Lomo
    December 4, 2009 at 6:05 pm | Permalink

    Saya terus terang tidak tahu termasuk dalam golongan mana. Dalam hal saya memakan sepeda yang terbuat dari besi dan bannya dari karet, saya rasa itu tidak mungkin. Akan tetapi kalo diartikan saya bisa makan dengan bantuan sepeda, itu bisa.
    Termasuk golongan manakah saya…?

  21. Rahmat Mr. Power
    December 5, 2009 at 12:10 pm | Permalink

    Ha ha… Silahkan lihat komentar orang lain. Anda akan terbuka wawasannya.

  22. Rahmat Mr. Power
    December 5, 2009 at 12:12 pm | Permalink

    Silahkan lihat jawaban dari komentator lainnya. Nanti ketemu jawabannya.

  23. teguh
    December 7, 2009 at 9:35 pm | Permalink

    bisakah memakan sepeda? bisa

  24. herman
    December 9, 2009 at 3:58 pm | Permalink

    kenapa sulit hanya makan sepeda, kita terbiasa makan batu, makan semenm dan juga makan kereta api….dan jika lebih embisi kita bisa kamakn dunia dan seisinya

    salam buat pak rahmat

  25. A9YnD1LV3R
    January 29, 2010 at 1:41 pm | Permalink

    Bisakah Memakan Sepeda? Bisa.

    Karena, apapun yang saya pikirkan bisa menjadi kenyataan. Jika saya berkata bisa, Insya Allah pasti bisa. Seperti dalam free ebook dari Zona Sukses milik anda pak Rahmat. Untuk bagaimana caranya, saya ikhlaskan kepada Allah.

  26. Rosye Elly Tanjung
    February 1, 2010 at 2:52 pm | Permalink

    Kalo saya mau makan sepeda beneran, ga susah kog pak…. Sepedenya saya jual lalu uang hasil penjalannya saya belikan makanan….. jadilah waktu itu saya makan sepeda saya…. dan setelah itu sepedanya dah gak ada lagi deh…karena sudah saya makan….. he he

  27. aris
    February 2, 2010 at 8:42 am | Permalink

    kalo saya artikan, makan sepeda adalah menngunakan manfaat sepeda itu seperti dibarter dng brg lain atau dimanfaatkan fungsinya dengan mendapatkan imbalan..jadi dech makan sepeda….

    salam buat pak rahmat

  28. Rahmat Hidayat Nasution
    February 7, 2010 at 7:20 pm | Permalink

    Ini adalah permainan pola pikir diluar kotak. Salut pak! Bagi saya, yah cara tercepatnya dengan menjual sepeda atau menyewakannya. lalu uang hasil sewaan atau penjualan itulah yang kita makan

  29. dian
    February 8, 2010 at 7:07 am | Permalink

    tinggal dimasukkan kedalam mulut, dikunyah dan langsung ditelan. simple pak hehehehe

  30. Fietriadi
    February 9, 2010 at 8:58 am | Permalink

    Saya mencoba untuk menjawab, mungkin aja benar.
    Sepeda adalah sarana Kita untuk transportasi menuju tujuan yang akan Kita tuju. Yang dimaksud memakan di sini adalah sepeda Kita gunakan terus menerus untuk menuju tujuan yang Kita impikan. Hingga sepeda tersebut rusak alias tidak bisa dipakai lagi. Tapi, kalu Kita punya sepeda trus rusak mending di servis kali yaa….

Leave a Comment

Your email is never shared. Required fields are marked *

*
*

Spam Protection by WP-SpamFree

  • Newsletter Motivasi Islami

    Dapatkan Belasan eBook Gratis dan Update Artikel Terbaru Motivasi Islami
    Name
    eMail
  • D3 STIAMI ad-block-127x127 Click here to get internetmarketingx-files.com ad-block-127x127 Advertise With Us
  • Usaha Terbaik Revolusi Waktu Beautiful Mind Power Anda Pun Bisa Jenius
  • Motivasi-IslamiDotCom on Facebook
  • Inspirasi Harian

    • Sumber Pahala dan Berkah
      January 30, 2010 | 5:05 am

      Bersodaqoh pahalanya sepuluh, memberi hutang (tanpa bunga) pahalanya delapan belas, menghubungkan diri dengan kawan-kawan pahalanya dua puluh dan silaturrahmi (dengan keluarga) pahalanya dua puluh empat. (HR. Al Hakim)

    • RSSArchive for Inspirasi Harian »
  • Posting Terbaru

    • Menuju Perubahan Besar
    • Berani Mengambil Resiko
    • Bersabarlah Dalam Memahami
    • Saat Mimpi Sulit Terwujud
    • Memaafkan Diri Sendiri
  • Komentar Terbaru

    • Fietriadi on Bisakah Memakan Sepeda?
    • ery on Dua Kalimat yang Mengubah Hidup
    • maraden on Memaafkan Diri Sendiri
    • iqone_dinie on To be Better and Better
    • sholihah on Kata Mutiara 1
  • Paling Ngetop

    • Sumber Pahala dan Berkah
    • Dua Kalimat yang Mengubah Hidup
    • Motivasi Diri: Kekuatan Cinta
    • Syukur Mengubah Hidup Anda
    • Berdo’a Untuk Keteguhan Hati
  • Ngetop Hari Ini

    • Sumber Pahala dan Berkah
    • Motivasi Diri: Kekuatan Cinta
    • Menuju Perubahan Besar
    • Dua Kalimat yang Mengubah Hidup
    • Berani Mengambil Resiko
  • RSS Zona Sukses

    • Cara Meningkatkan Produktivitas
    • eBook Gratis: Ilusi Zona Nyaman
    • eBook Gratis: Memasuki Zona Sukses
  • Add Saya

  • RSS Rahmat ST is… Mr. Power

    • Fokuslah dan Bersabar dalam Bisnis
    • Jangan Menjual eBook Sampah
    • Cara yang Benar Promosi di Facebook
    • Mau iPod Nano 5G @ Rp 1,7 juta Gratis?
    • Kenapa eBook dan Buku Masih Laku?
  • Meta

    • Register
    • Log in
    • Entries RSS
    • Comments RSS
    • WordPress.org
Copyright © 2010 CraniumThemes.com · All Rights Reserved
Powered by Wordpress. Design by CraniumThemes.com
Copy Protected by Computer Tech Tips's Prevent Wordpress Copy & CopyProtect Blogs.