Apa Manfaat Buku Sebenarnya?

Dapatkan 2 eBook senilai Rp 99.000 yang membedakan orang sukses dan gagal.

Masukan email Anda, klik Daftar untuk mendapatkan update artikel dan ebook Gratis Rahasia Sukses dari Zona Sukses.

Email:
test

Banyak yang mengatakan buku adalah jendela dunia. Betul sekali, buku adalah jendela dunia. Dengan membuka buku berarti Anda membuka jendela dunia. Anda bisa melihat keluar, sesuatu yang baru atau pemandangan yang berbeda dengan apa yang ada di rumah kita. Yang dimaksud rumah adalah pikiran kita saat ini. Sebagian orang mengatakan bahwa dengan membaca sebuah buku berarti kita membuka cakrawala.

Membaca buku adalah kita menyelami dunia lain, yaitu sebuah dunia yang ada di dalam pikiran orang lain. Sementara setiap orang memiliki dunia masing-masing. Dengan membaca buku kita akan menyelami berbagai dunia orang lain yang akan memberikan kita kebijaksanaan yang lebih mendalam dalam menghadapi hidup.

Saat kita membaca buku yang membahas bisnis, berarti kita memahami suatu sudut pandang penulis buku tersebut mengenai bisnis. Kita akan menambah wawasan dan kebijaksanaan mengenai bisnis. Begitu juga, saat juta membaca buku yang membahas kehidupan lainnya, kita akan memiliki wawasan dan kebijaksanaan yang lebih baik dan mendalam dalam kehidupan.

Tidak ada, satu buku pun yang pernah ditulis di dunia yang tidak membawa manfaat. Setiap buku akan membawa manfaat kepada kita jika kita mampu menangkap makna dan hikmah. Jika kita masih kesulitan menangkap makna dan hikmah dari suatu buku, berarti kita harus meningkatkan keterbukaan pikiran kita. Hikmah dan makna sebuah buku tidak akan masuk ke dalam pikiran yang tertutup.

Satu-satunya buku yang tidak membawa manfaat adalah buku yang tidak pernah kita baca. Sekali kita membaca buku, maka makna dan hikmah buku tersebut bisa masuk ke dalam pikiran kita jika pikiran kita terbuka. Anda adalah salah seorang yang memiliki pikiran terbuka, saya yakin. Sebab Anda mampu membaca artikel ini sampai pada paragrap ini. Ini berarti, Anda akan mampu menerima makna dan hikmah dari buku manapun yang Anda baca. Selamat untuk Anda.

Masuki Zona Sukses

Solusi bagi Anda yang ingin berubah, namun masih terasa sulit.

Anda tidak akan pernah sukses, jika masih berada di Zona Nyaman. Dapatkan ebook Memasuki Zona Sukses dan Tinggalkan Zona Nyaman, Plus update artikel Motivasi Islami. Masukan email Anda, Klik Daftar.

Email:

There are 7 Comments.

  1. Salut untuk Pak Rahmat,

    dan Anda adalah salah satu orang yang berpotensi membuat pikiran orang-orang terbuka.

    Di balik tulisan dalam lembaran-lembaran buku tentu ada makna/hikmah tersurat atau pun tersirat.

    Jika diperluas, selain perlu membaca buku dalam bentuk cetak, ebook, dll, kita perlu juga membaca “buku kehidupan”, yaitu segala fenomena yang terjadi di diri kita, orang lain, lingkungan, dunia, bahkan alam semesta.

    Bukankah dalam Qur’an, wahyu pertama yang turun memerintahkan kita untuk Iqra’ (Bacalah) ?

    Salam sukses…

  2. ace
    2:11 am April 24, 2008

    Agreeee bos…
    Rangkaian kalimat yang menyenangkan namun bijak untuk membawa kita ‘membaca’ segala sesuatu untuk mendapatkan value kehidupan.

    Suasana orang ketika membaca buku memang bermacam-macam, ada yang karena hobi sehingga menjadi kebutuhan, ada yang iseng hanya untuk mengisi waktu luang, ada yang harus dibaca karena tuntutan profesional atau karena tujuan tertentu, ada juga yang amat sangat terpaksa membaca karena besok mau ujian.

    Namun menurut pengalaman saya, sebaiknya membaca buku itu karena related kedalam suatu tujuan yang akan kita capai, membaca buku itu bagian dari proses pencapai dari apa yang sedang akan kita raih dan tentunya juga bagian dari perencanaan hidup selanjutnya.

    Kalau begitu bagaimana menyikapi Al Qur’an sebagai kitab yang harus dibaca, dia datang kepada kita sebagai hudan atau petunjuk hidup, maka tentukanlah maksud dan tujuan hidup, buatlah suatu master plan kehidupan dan jalani semua itu dengan tuntunan Al Qur’an, dan yakinlah kita akan sampai pada titik tujuan itu.

    Believe or not ?,
    please believe it ! karena Al Qur’an itu mengandung kepastian. Namun seperti pak Rahmat katakan, ” tak ada satu bukupun yang tidak bermanfaat, kecuali buku yang tidak dibaca “, Hm… that nice words … dan hal itu berlaku juga untuk Al Qur’an, dia akan menjadi setumpuk buku usang tak berguna jika tidak di baca untuk suatu tujuan tertentu.

    Iqra’….. !

  3. Saya harap boleh melihat lebih banyak manfaat dan kebaikan dan manfaat.
    Maklumat yang kamu memperoleh sangat mengguna.
    Terima Kasih

  4. ace
    1:57 am June 17, 2008

    Buku tercipta karena adanya Knowledge.
    Melalui buku, akan terjadi 3 model transfering processing kedalam diri kita, yaitu :

    1. Transfering DATA.
    Jika buku itu TIDAK kita rasakan manfaatnya, dan diri kita hanya melihat buku itu hanya sebuah object saja, maka proses transfering kedalam diri kita hanya berupa sebuah data saja, yaitu sebuah buku. Misalnya buku itu kitab Al Qur’an, maka karena kita TIDAK merasakan manfaatnya, maka Al Qur’an itu sama seperti tumpukan koran bekas yang tidak berguna. Jadi memori kita hanya terisi oleh DATA tentang adanya buku yang bernama Al Qur’an.

    2. Transfering INFORMASI.
    Jika suatu buku bisa memberikan wacana, maka hal itu berarti buku itu sudah memberikan informasi kedalam diri kita, banyak hal-hal yang bisa kita explorasi dari informasi ini hingga dalam, namun sedalam apapun hasil explorasi itu, maka hasilnya hanya sebatas wacana yang dapat memperkaya khasanah kehidupan kita. Coba kita baca buku exclopedia mengenai laut, maka kita akan mengetahui semua keindahan dan dahsyatnya laut hingga dikedalaman laut bisa kita ketahui adanya mutiara. Sekali lagi, sedalam apapun buku itu mengexplorasi laut kepada kita, maka yang kita dapat adalah informasi mengenai adanya keindahan dan keaneka ragaman isinya yang menyimpan mutiara yang tak ternilai harganya. Al Qur’an pun akan sama seperti buku exclopedia itu yang hanya bisa memperkaya wacana kita dan dapat kita ceritakan kembali dengan sangat menarik kepada siapapun juga, namun perlu di-INGAT, pada level ini kita belum bisa mendapatkan mutiara yang sebenarnya, kita baru mendapat informasinya.

    3. Transfering KNOWLEDGE.
    Jika suatu buku dapat memberikan ide, creativitas hingga menuntun kita pada suatu tindakan akan sesuatu yang sedang kita tuju dan kita ingini, maka melalui buku itu telah terjadi transfering knowledge. Katakanlah bahwa kita berkeinginan untuk mendapatkan Mutiara didasar laut, maka buku itu bisa menjelaskan semua cara untuk mendapatkannya, dia dapat mendefinisikan hal-hal apa saja yang kita perlukan dan daerah mana saja yang mengandung banyak mutiara, dan akhirnya kita memahami dan melakukan actian, pergi dan menyelam kedasar laut hingga mendapatkan mutiara tersebut.
    Itulah hakekatnya kitab Al Qur’an, kitab yang tidak cukup hanya dibaca, namun harus dimengerti dan dipahami hingga kita dituntun untuk mengactualisasikannya kedalam semua sisi kehidupan untuk mendapatkan arti dan nilai kehidupan yang hakiki sebagai mutiara yang tak ternilai harganya.
    Sejalan dengan perintah Allah yang sering mengatakan kalimat “beriman dan bertakwalah”, dua kalimat itu sebagai dua sisi mata uang yang masing-masing punyai nilai, ber-IMAN merupakan pekerjaan hati yang membisikan apa yang harus kita yakini, dan ber-TAQWA adalah aktivitas diri, semua komponen tubuh bersinergi melakukan tindakan atas apa yang kita yakini, teractualisasi sebagai karekter diri kita atau citra diri kita, dan citra diri hanya akan terbentuk oleh pengalaman-pengalaman yang mempunyai arti, dan itulah rangkaian proses terjadinya Knowledge.

    Tulisan ini terinspirasi setelah membaca buku yang berjudul Knowledge Management.
    Mudah-mudahan kita bisa mempunyai citra diri yang berlatar belakang Knowledge Al Qur’an, karena malakukan perubahan peradaban dunia media yang diperlukan adalah knowledge.

    * Knowledge Management, adalah salah satu bidang ilmu sebagai methodology terapan didunia corparate agar menjadi perusahaan yang bisa tumbuh dan bertahan dalam era competitive dunia.

  5. al-hikmah
    8:33 pm March 26, 2009

    assalamu’alaikum, salut untuk pak Rahmat atas kemapuannya menuliskan berbagai artikel, oya pak, ane mau tanya, bagaimana cara mudah untuk menulis????? kirim ke emailku yah pak…..jazakallah khair

  6. mouzella
    2:35 am May 26, 2010

    Membaca itu sama dengan membuka tabir karena esensinya tidak hanya terletak dari aspek psikomotorik/konatif pada lisan tapi juga memberi wawasan secara berulang pada otak sehingga otak memiliki kemampuan kognitif untuk menjadikannya permanen (menghafal)…apabila kita sudah menghafal artinya sama dengan “menjaga” secara tekstual.

    Subhanallah.

  7. ajeng
    8:06 am May 11, 2011

    subhanaalah sangat benar. ajeng sangat membutuhkannya untuk lomba

Leave a Reply

*

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield