Anda Boleh Berkata Negatif

878193_islamicDalam banyak literatur sukses dari barat, mereka alergi dengan kata negatif. Katanya akan menghambat sukses. Fokuslah pada yang positif dan hindari kata negatif. Konsep ini ada benarnya, namun bukan berarti harus pukul rata sehingga kita tidak mau lagi berkata hal yang negatif. Ini tidak sesuai dengan sunah Nabi Muhammad saw.

Pikiran bawah sadar kita bisa saja tidak bisa membedakan kata negatif dan positif. Saat kita mengatakan hal yang negatif, maka kita pikiran bawah sadar kita akan menerima hal tersebut dan akan membentuk pola dalam pikiran bawah sadar kita. Jika konsep “getaran” -yang menjadi landasan Law of Attraction- adalah benar, bisa jadi alam memang tidak bisa membedakan mana kata negatif dan mana kata positif.

Namun, kita sebagai seorang Muslim, kita tidak hanya berurusan dengan pikiran bawah sadar atau alam semata. Untuk meraih sukses, kita akan meminta bantuan dan pertolongan Allah dengan cara berdo’a serta bertawakal kepada Allah. Allah Mahatahu dengan apa yang kita inginkan. Tidak peduli dengan kata itu negatif atau positif, Allah pasti memahaminya.

Do’a-do’a yang diajarkan oleh Rasulullah saw maupun yang diambil dari Al Quran sering kali mengandung kata “negatif”. Kita tidak sedang memerintah alam atau pikiran bawah sadar, tetapi kita sedang meminta kepada Allah Yang Mahatahu. Allah akan tahu maksud kita, tidak akan terjebak oleh kata negatif yang kita ucapkan dalam do’a.

Sebagai contoh, mari kita lihat do’a yang diajarkan oleh Rasulullah saw supaya kita terhindar dari rasa galau dan melunasi hutang:

“Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari rasa sesak dada dan gelisah, dan aku berlindung pada-Mu dari kelemahan dan kemalasan; dan aku berlindung pada-Mu dari sifat pengecut dan kikir; dan aku berlindung pada-Mu dari dilingkupi hutang dan domainasi manusia.” (HR Abu Dawud)

Coba perhatikan do’a ini, banyak kata negatif yang muncul: sesak dada, gelisah, kelemahan, kemalasan, pengecut, kikir, dan hutang. Tidak masalah, jangan takut. Ini ada do’a yang kita panjatkan kepada Allah -bukan kepada alam seperti dijelaskan dalam buku The Secret. Allah mengetahui apa yang kita maksudkan. Tidak mungkin salah.

Contoh lain adalah do’a yang kita ambil dari Al Quran:

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” (QS Al Baqarah:286)

Follow Me

Rahmat Mr. Power

Author at Zona Sukses
Penulis atau Author berbagai produk Pengembangan Diri: Berpikir Positif, Percaya Diri, Kreativitas, Produktivitas, Motivasi, dan Bisnis selengkapnya http://www.zonasukses.com/gold.php
Follow Me

Latest posts by Rahmat Mr. Power (see all)

zona sukses

Mungkin Anda Suka Artikel Lainnya:

Kerja di Rumah

↑ Grab this Headline Animator

4 Comments

  1. Assalamu’alaikum Wr.WB
    Saya sangat menarik membaca artikel ini, namun saya benar-benar ga mengerti, mungkin karena daya nalar saya yang terbatas dan kurangnya ilmu saya…
    Setau saya bahwa kita harus selalu mempunyai pikiran potitif (positive thinking) bukan kata-kata posirif…. atau sebaliknya tidak boleh berfikir negatif bukan berkata-kata negatif… pemahaman saya ini sangat jauh berbeda, berfikir dengan kata-kata…

    contoh dari doa Rosulullah itu…. saya memahami penulis terfokus pada kata-katanya, bukan pada makna doa’nya… saya memahami doa tersebut memang ada kata-kata negatifnya, tetapi tidak ada makna berfikir negatif… contoh

    “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari rasa sesak dada dan gelisah, dan aku berlindung pada-Mu dari kelemahan dan kemalasan; dan aku berlindung pada-Mu dari sifat pengecut dan kikir; dan aku berlindung pada-Mu dari dilingkupi hutang dan domainasi manusia.” (HR Abu Dawud)

    jelas sekali kita memohon perlindungan dari rasa sesak dada dan gelisah, dan berlindung pada kelemahan dan kemalasan…. kata-katanya memang negatif tetapi maknanya adalah positif,….

    afwan, sehingga menurut saya, memang seharusnya jika ingin menjadi orang sukses harus senantiasa berfikir positif, jangan sedikitpun berfikir negatif karena inilah motivasi diri…

    “Alloh sesuai dengan prasangka hambaNya”

    1. He he. Apa yang Anda maksud itu sama dengan isi artikel diatas. Tidak ada yang salah dengan nalar Anda, hanya kurang teliti saat membaca artikel diatas. Berikut penjelasannya:

      Saya memang sedang membahas kata-kata, bukan pikiran. Tolong baca lebih teliti, saya fokus pada kata memang sedang membahas kata.
      Saya adalah penganjur berpikir positif, bahkan produk saya tentang berpikir positif. Dan memang seharusnya berpikir positif. Kalimat mana yang mengatakan bahwa saya membolehkan berpikir negatif? Saya hanya membolehkan “kata negatif”

      Esensi dari artikel ini ialah, kita jangan langsung ikut saja pada buku-buku sukses yang ditulis oleh orang non Muslim, karena mereka tidak faham nilai-nilai Islam. Dalam Islam kita masih boleh berkata negatif selama makna dan maksudnya positif, sebagaimana yang Anda katakan tadi. Berpikir positif itu… pasti!

  2. assalamualaikum..Alhamdulillah terima kasih telah mengingatkan kembali untuk makin termotivasi menyelami keindahan doa dan tuntunan Islam.

    Saya setuju dengan ungkapan tersirat pada inspirasi Bang Rahmat di atas, tidak usah khawatir jika melafalkan doa yang telah di tuntunkan oleh Rasulullah…karena ketika yang mengajarkan Rasulullah & yang menerima doa adalah Alloh…jangan pernah khawatir maksud kita akan tak terpahami…kira kira begitu mungkin ya Bang Rahmat?

    Ketika Umrah beberapa bulan kemarin saya juga berfikir tentang salah satu keutamaan umrah..Rasulullah menyampaikan jaminan dari Alloh..Bahwa BARANG SIAPA YANG MENUNAIKAN IBADAH UMRAH DG IKHLAS AKAN DIJAMIN OLEH ALLOH TIADA PERNAH AKAN MISKIN..

    saya yang terbiasa dengan ungkapan tentang kata positif dari literatur sukses barat lau juga terpikir …kenapa kok nyebutnya ” tiada akan pernah MISKIN…kenapa nggak..akan KAYA SELALU misalnya..?”

    Lalu dalam pemahaman saya yng masih terbatas..terbersit..oh iya iya…kemungkinan Alloh menyampaikan ni dengan sebuah kebijaksaan bahwa…ini adalah sebuah INFORMASI PADA ORANG ISLAM YANG SUDAH KAYA..AYO UMROH JANGAN TAKUT HARTAMU JADI BERKURANG..Baik karena habis di ongkos maupun hilang waktu berbisnis..

    Yang pasti bersitan inspirasi selanjutnya adalah…SELALU ADA ALASAN KEBAIKAN & KEAJAIBAN PADA APA YANG DISAMPAIKAN ALLOH MELALUI RASULLAH…tinggal kita memikirkannya dan memohon HidayahNya selalu.

    Semoga kita bersama makin menikmati ISLAM terMOTIVASI dengan Keagungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield